Diduga Gunakan Joki, 1 PPDP di Pangandaran Diberhentikan

85
0
Maskuri Sudrajat
Maskuri Sudrajat

PANGANDARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran memberhentikan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Pemberhentian dilakukan karena yang bersangkutan diduga melakukan praktik perjokian.

Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran Maskuri Sudrajat mengatakan setelah dilakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan, kejadian tersebut terjadi karena ketidaktahuan PPDP tersebut.

“Jadi dia dalam keadaan sakit waktu itu, lalu muncul inisiatif dari istri dan mertuanya untuk menggantikan tugas pen-coklit-an si PPDP ini,” katanya kepada Radar, Selasa (4/8).

Saat melakukan pen-coklit-an terhadap warga berinisial M, terjadi kesalahfahaman karena warga tersebut tidak dimasukan ke dalam daftar pemilih baru oleh istri petugas PPDP tersebut.

“Padahal M sudah memiliki persyaratan lengkap untuk masuk ke dalam daftar pemilih baru, lalu terjadilah keributan,” jelasnya.

Baca juga : Masa Pandemi, Kegiatan Kober Al Musri Pangandaran Tetap Berjalan

Lalu kegaduhan serta pelanggaran itu tercium Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan petugas PPDP pun dipanggil. ““Itu muncul juga karena ada laporan dari M ke Bawaslu dan setelah dicek memang kejadian itu memang terjadi,” katanya.

Saat dipanggil PPK, PPDP tersebut mengaku tidak tahu adanya larangan perjokian. “Nah dia juga memberikan alasan bahwa saat Bimbingan Teknis (Bimtek) dia tidak terlalu memperhatikan soal larangan itu, mungkin dia tidak fokus memperhatikan saat itu,” jelasnya.

Setelah itu, komisioner KPU langsung melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan dan PPDP itu membenarkan semua kejadian itu. “Lalu setelah mendapat pengakuan itu, kami memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan,” ujarnya.

Kata dia, sesuai ketentuan dari KPU RI, karena yang bersangkutan diberhentikan kurang dari 20 hari kerja, maka boleh langsung diganti. “Sementara kalau dia diberhentikan lebih dari 20 hari kerja, maka tugas tersebut diteruskan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS),” kata dia.

Maskuri mengatakan kejadian itu menjadi pelajaran bagi semua dan di kemudian hari. “Ini juga jadi bagan evaluasi bagi semuanya, tidak hanya petugas di lapangan saja,” terangnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.