Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.8%

19.6%

8.1%

68.6%

Diduga Korupsi, Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan

126
0
Istimewa DIGIRING. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Garut, Kus, digiring dari Kantor Kejaksaan Negeri Garut menuju rumah tahanan Kamis (9/7).

GARUT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut menahan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kus, Kamis (9/7).

Kejari juga ikut menahan mantan Kabid Kemitraan Sarana dan Prasarana Dispora Garut, YK, yang saat ini sudah pensiun.

Baca juga : Dibuka Bupati, Wisata Irigasi Talangseng Cilawu Garut Airnya Keruh

Penahanan dilakukan setelah penyidik Sat Reskrim Polres Garut melimpahkan berkas perkara kepada Kejaksaan Garut.

“Hari ini (kemarin, Red) kita terima pelimpahan dari Polres Garut terkait dugaan kasus korupsi. Ini pelimpahan tahap dua, sehingga berkas perkara dan tersangkanya diserahkan kepada kami,” ujar Kepala Kejari Garut Sugeng Hariadi kepada wartawan di kantornya Kamis (9/7).

Sugeng menerangkan setelah menerima pelimpahan, pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap dua tersangka. Hal ini dilakukan untuk memperlancar proses hukum selanjutnya.

“Keduanya kami titipkan ke Rutan Garut. Akan ditahan selama 20 hari,” ucapnya.

Menurut Sugeng, kedua tersangka diduga melakukan korupsi dan membuat kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar. Sedangkan total anggaran pembangunan Sor Ciateul sebesar Rp 6,7 miliar.

“Potensi kerugiannya lebih dari Rp 1 miliar. Keduanya kami ancam dengan hukuman maksimal 20 tahun dan dijerat pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” katanya.

Berdasarkan pantauan Rakyat Garut, Kus beserta anak buahnya datang ke Kejari Garut pukul 12.00. Ia baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.15.

Penyidik Polres Garut pun membawa berkas dokumen yang cukup tebal. Ada sekitar tiga bundel berkas yang diserahkan.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Kus dan YK langsung memakai rompi berwarna merah muda. Dengan tulisan tahanan Kejaksaan Negeri Garut.

Tangan kedua tersangka pun diborgol saat digiring menuju mobil tahanan. Kejari Garut menitipkan kedua tersangka selama 20 hari sebelum persidangan di Rumah Tahanan (Rutan) Garut.

Saat diminta komentarnya terkait penahanannya, Kus tak mengucapkan satu kata pun. Kus hanya bisa tertunduk saat diberondong pertanyaan.

Terpisah, kuasa hukum kedua tersangka Paramaarta Ziliwu menyebut kiliennya sebagai korban dalam perkara ini. “Beliau mengatakan dikorbankan.

Dalam proses ini (penyidikan kasus) tak seperti itu. Apakah ada kesalahpahaman atau seperti apa? Belum bisa saya komentari,” ujar Rama saat dihubungi, kemarin.

Saat ditanya ada pihak lain di belakang Kus, Rama juga enggan berkomentar lebih lanjut. “Bukan ada pihak lain, tidak seperti itu. Nanti jadinya fitnah,” katanya.

Rama yang juga menjadi kuasa hukum untuk tersangka YK. Ia belum berani mengomentari permasalahan yang menimpa kliennya.

Baca juga : Lalai Protokol Kesehatan, Pembukaan Objek Wisata di Garut Dievaluasi

Saat ini, pihaknya akan fokus untuk mengupayakan proses penangguhan penahanan. Secara mental, kedua kliennya juga sudab siap. “Pak Kus sehat-sehat saja.

Mental sudah siap, beliau katakan ke saya bahwa bukan seperti ini sebenarnya,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.