Diduga Lecehkan Pasien, Oknum Penjaga Gedung Karantina Covid-19 GBP Kota Banjar Akan Dipolisikan

3604
1
Ani didampingi suaminya saat henak menjalani dikarantina di GBP Kota Banjar, beberapa waktu lalu. foto: cecep herdi/ radartasikmalaya.com

BANJAR – Tenaga Kerja Wanita (TKW) Taiwan, Ani Nuryani (43 tahun) asal Kecamatan Pataruman yang tengah menjalani masa karantina di Gelora Banjar Patroman (GBP), mengaku dilecehkan oleh oknum petugas yang berjaga di tempat karantina Covid-19 tersebut.

Ani yang baru saja menikah dengan pria asal Kelurahan Bojongkantong Kecamatan Langensari itu diduga dilecehkan secara verbal (kata-kata) oleh oknum petugas tersebut.

“Duh panganten anyar, bilih bade meser terong jeung bonteng kantun miwarang (Jika pingin beli terung dan bonteng, tinggal nyuruh). Itu petugas yang di karantina bicara sepeti itu. Itu pelecehannya melalui kata-kata,” keluh Ani, saat menyampaikan kembali kejadian dugaan pelecehan yang dialaminya, Selasa (19/5)

Berita terkait : Nasib Pasutri Warga Pataruman, Senin Nikah, Selasa Dikarantina di GBP Kota Banjar

“Jangan mentang-mentang saya baru pulang dari luar negeri kemudian saya dianggap wanita gatal! Saya di luar negeri saja dihargai,” sambungnya.

Ia berencana akan melaporkan dugaan pelecehan itu ke polisi jika yang bersangkutan (oknum) tidak memiliki itikad baik kepada dirinya dan keluarganya.

“Salah satu petugas yang lain yang juga pengurus di sini (ruang karantina pemudik) bicara ke suami saya bahwa saya sudah diperbolehkan untuk pulang untuk menghindari resiko terpapar covid-19. Karena semakin banyak pemudik yang dikarantina. Jadi takut nular dari penghuni baru ke penghuni lama,” ujar dia.

Loading...

Ani memberikan waktu sehari kepada oknum petugas yang diduga telah melecehkannya tersebut.

Ia mengaku kecewa dengan perlakuan buruk oknum petugas tersebut, karena selain suntuk menjalani masa karantina, ia juga kesal karena terpisah dari keluarga dan suaminya demi melaksanakan aturan karantina yang sudah diberlakukan Pemkot Banjar.

“Kalau orang itu tidak punya itikad baik maka akan saya laporkan ke polisi,” ancamnya.

Sementara itu, oknum petugas karantina di GBP saat dihubungu melalui sambungan telepon tidak menanggapi.

Sementara Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih nampak kaget dan bereaksi memegang kepala saat dikonfimasi tekait kejadian tersebut.

Wali kota tidak menaggapi dengan kata-kata, namun dari ekspresinya ia terlihat kaget, kesal dan kecewa atas kejadian tersebut.

(Cecep Herdi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.