Diduga Positif Corona, Tersangka Miras Oplosan Ditolak Ditahan di LP Tasik

735
0
radartasikmalaya.com

TASIKMALAYA – Seorang tahanan kejaksaan negeri (Kejari) Kabupaten Tasik berinisial AM, tersangka kasus miras oplosan, ditolak untuk ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB. Pasalnya, AM diduga positif Covid-19, hasil rapid test.

Tahanan ini kemudian dikembalikan ke Kejarii Kabupaten Tasik. Sementara delapan orang tahanan lain yang juga ikut dikirim bersamaan dengan AM, terkonfirmasi negatif rapid test dan bisa dititipkan untuk ditahan di Lapas.

Menjawab rasa penasaran Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya dan pihak RSUD SMC langsung melakukan uji rapid test kedua, untuk memastikan bahwa tahanan dengan kasus narkoba tersebut positif atau negatif virus Corona.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya Sri Tatmala Wahanani SH menjelaskan memang benar ada tahanan kejaksaan dengan kasus narkoba yang sempat ditolak ditahan karena oleh tim medis Lapas Tasikmalaya sempat dinyatakan positif rapid test.

Baca juga : Pekerja Restoran Kota Tasik yang Dirumahkan, Mimpi Kuliah Tertahan Covid-19

“Tetapi ternyata setelah diperiksa kembali di RSUD SMC, ternyata hasil rapid test keduanya negatif. Dan di rumah sakit itu hasilnya lebih akurat yah,” tegas Sri, saat dikonfirmasi Radar, Kamis (7/5).

Dalam perjalanannya, kata Sri, tahanan tersebut ketika dikembalikan dari Lapas langsung dimasukan ke dalam ambulance oleh petugas berseragam APD lengkap dari Lapas ke RSUD SMC.

“Ya tahanan ini menjalani sejumlah pemeriksaan mulai dari pengulangan rapid test hingga rontgen. Dari hasil keterangan dokter kepada pihak Kejari hasil penanggulangan rapid test ini negatif Covid-19, orang nya sehat tidak ada keluhan,” kata dia.

Sri menambahkan, status tahanan kejaksaan tersebut merupakan pelaku dalam kasus miras oplosan yang sudah menjalani masa tahanan di sel Mako Polres Tasikmalaya.

“Tahanan tersebut masih jalani perawatan sementara di RSUD SMC, sebelum Jumat (8/5) nanti diserahkan kembali ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya,” tambahnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana SIK membenarkan adanya salah satu tahanan yang dikembalikan oleh Lapas Tasikmalaya. “Hasil rapid test keduanya sudah dipastikan hasilnya negatif Covid-19,” terang dia.

Menurut Hendria, setelah sempat muncul kabar satu tahanan yang pernah ditahan di Polres Tasikmalaya sempat dinyatakan positif rapid test, walaupun pada akhirnya negatif, pihaknya langsung melakukan rapid test terhadap tahanan yang pernah kontak erat.

“Kita langsung lakukan rapid test Covid-19, upaya ini guna melakukan tracking, karena dikhawatirkan terjadi penularan. Sudah kita rapid test tahanan lainnya. Ada 10 orang. Hasilnya negatif Covid-19 semua,” kata dia.

(diki setiawan)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.