Diduga Situs Budaya, LKKI Lindungi Tapak Jaksa dari Penambangan

145

TAWANG – Lembaga Kajian Kawalu Institut (LKKI) menggelar Audiensi dengan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Selasa (19/03).

Tema audiensi tersebut yaitu, keberadaan benda yang dianggap Situs Budaya Tapak Jaksa, yang terdapat di Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Terlebih kawasan tempat berada situs budaya tersebut terancam penggalian tambang atau yang lebih dikenal galian C.

Ketua LKKI, Miftah Hurizki mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dan informasi dari warga sekitar bahwa Kelurahan Cibeuti terdapat situs budaya yang bernama Tapak Jaksa.

Situs budaya tersebut yang rencananya akan dilakukan galian C. “Kami akan mengkroscek terus dan akan mengawal terhadap Dinas Disporabudpar yang semestinya bertanggung jawab terhadap situs budaya,” katanya.

Miftah mengatakan, pihaknya akan mendesak Disporabudpar untuk segera memastikan apakah benda tersebut situs budaya atau bukan, dengan melakukan penelitian. “Makanya kami berharap jangan sampai ada aktifitas penggalian terlebih dahulu,” katanya.

“Jika perusahaan bertekad tetap melakukan penggalian sebelum keluar izin, kita tidak segan-segan akan bereaksi. Ini menjadi sebuah tanggung jawab kita untuk menjaga lingkungan,” ancam Miftah.

Saat ini, lanjut Miftah, perusahaan tersebut sedang membangun jalan melintasi persawahan untuk menuju lokasi situs tersebut. “Ini izin belum keluar, belum ada, tapi proses untuk menuju penggalian ini sudah dilaksanakan. Kami akan pertanyakan darimana dasarnya? apalagi didalam perbukitan itu ada yang dipercayai oleh masyarakat yaitu sebuah situs tapak jaksa. jadi saya mengharapkan jangan sampai ada aktifitas apapun dari pihak perusahaan sebelum ada izin keluar dan sebelum ada izin dari pihak dinas yang berkaitan,” katanya.

Sementara, Kasi Budaya, Sejarah dan Tradisi Dinas Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Andri Candiaman mengatakan, berdasarkan pengamatan langsung dan informasi dari masyarakat, benda yang diduga cagar budaya itu belum bisa dipastikan kebenarannya.

Meskipun demikian, sehubungan dengan kebutuhan lingkungan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak merubah atau merusak benda tersebut. “Jadi objek yang diduga benda cagar budaya itu memang belum dilakukan penelitian secara tertulis dan belum selesai,” katanya.

“Insyaalloh kami akan mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat sekitar agar tidak mengganggu benda yang diduga cagar budaya. Kami akan segera informasikan juga ke badan arkeologi. Sebagai bahan awal apakah dimungkinkan untuk dilakukan penelitian lanjutan terutama dari para ahli, karena kami tidak memiliki ahli-ahli untuk menentukan proses status suatu benda yang diduga situs budaya,” paparnya. [anshari]

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.