Dihub Kabupaten Pangandaran Meminta Ojol Akomodir Opang

117
0
MELINTAS. Pengemudi ojek online (ojol) terlihat melintas di Jalan Raya Pangandaran Kamis (18/7). Dishub berharap pengelola ojol bisa mengakomodir ojek pangkalan (opang). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
MELINTAS. Pengemudi ojek online (ojol) terlihat melintas di Jalan Raya Pangandaran Kamis (18/7). Dishub berharap pengelola ojol bisa mengakomodir ojek pangkalan (opang). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Ojek Online (Ojol) sudah masuk di Kabupaten Pangandaran sejak beberapa bulan lalu. Untuk itu Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran meminta kepada pengelola mengakomodir Ojek Pangkalan (Opang).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Saepuloh mengatakan semua kendaraan bermotor yang dijadikan alat transportasi tidak memiliki regulasi dari Dinas Perhubungan.

”Termasuk Ojol juga bukan urusan Dinas Perhubungan, itu menjadi urusan Diskominfo. Mereka (Ojol) tidak memiliki trayek yang jelas,” ujarnya kepada Radar saat ditemui di Setda Pangandaran Kamis (18/7).

Untuk masalah Ojol, menurut dia, memang tidak bisa dibendung masuk ke Pangandaran, apalagi saat ini perkembangan teknologi informasi begitu cepat.

”Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi semakin berkembang di segala bidang, termasuk transportasi,” jelasnya.

Ia berharap kepada perusahaan aplikasi Ojol bisa mengakomodir dan memprioritaskan Opang bergabung. ”Kalau bisa diberi pemahaman, kalau mereka (Opang) belum mengerti soal teknologi,” katanya.

Dia merasa khawatir jika sopir Opang tidak diakomodir, akan timbul kecemburuan sosial. ”Jangan sampai terjadi gesekan seperti di daerah lain, itu yang kita tidak harapkan,” terangnya.

Menurut Saepuloh, kondisi angkutan umum memang mengalami kemunduran sejak beberapa tahun ke belakang, karena masyarakat cenderung memilih kendaraan pribadi. ”Jadi tidak hanya karena pengaruh Ojol saja, tetapi juga faktor kendaraan pribadi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Pangandaran Hendi Suhendi (30) mengaku belum pernah menggunakan jasa Ojol di Pangandaran.

”Kalau lihat sering, mereka juga biasa kumpul di dekat pos polisi, menurut saya tidak ada masalah dengan keberadaan mereka,” ujarnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.