3.954 Warga Kota Tasik Belum Rekam e-KTP

Dilarang Bawa HP ke Bilik Suara

75
PERSIAPAN PEMILU. Seorang pekerja KPU tengah mengatur kotak suara di Jakarta dalam persiapan pemilihan presiden dan legislatif pada 17 April mendatang. v

TASIK – Sampai akhir Maret 2019, tercatat 5.102 warga Kota Tasikmalaya belum melakukan perekaman e-KTP. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya terus bekerja ekstra supaya masyarakat bisa menggunakan hak pilih.

Kepala Disdukcapil Kota Tasikmalaya H Imih Misbahul Munir menjelaskan hasil rekap terakhir hingga Jumat (12/4), perekaman e-KTP sudah mengalami penurunan yang kini tinggal 3.954 warga. Untuk itu, pihaknya gencar melakukan perekaman di 10 kecamatan dan kelurahan. “Kita standby pelayanan di semua posisi. Di kelurahan memberdayakan kader dari setiap RW menyisir masyarakat ke rumah-rumah memeriksa data dan dokumen kependudukan,” ujar dia saat dihubungi Radar, Jumat (12/4).

Saat ini, kata dia, masyarakat tinggal mengurus, sebab seluruh proses semakin dipermudah, salah satunya tinggal mengirim pesan whatsApps terhadap operator di masing-masing kecamatan. “Bisa diproses secara langsung, cukup kirim syarat-syarat berbentuk foto ke nomor operator pelayanan di wilayah, nanti penyerahan dokumennya ditukar dengan berkas persyaratannya,” tutur Imih.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Tasikmalaya Sulastri Ningsih menyebutkan hasil rekap sampai akhir Maret 2019, tercatat ada 5.102 yang belum melakukan perekaman. Sebanyak 634 belum tercetak dan 113 tidak bisa dicetak akibat error di server e-KTP. “Itu rekap sampai akhir Maret, kalau sampai saat ini kemungkinan sudah menurun 3.000 sampai 4.000 lagi,” ungkapnya Minggu (14/4).

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Entis Sutisna menjelaskan pihaknya terus menggenjot proses perekaman. Sebagaimana diketahui Disdukcapil kini tetap membuka pelayanan hari Sabtu dan Minggu. “Ditambah pencetakan sudah bisa di lakukan di kantor kecamatan,” terangnya.

Ada pun kendala dihadapi, kata dia, yakni soal jaringan yang lemah sehingga proses perekaman terhambat atau bermasalah. “Kemarin sempat server down, tapi sekarang bagus lagi,” katanya.

Pihaknya mengaku tidak khawatir tentang blangko e-KTP, karena kondisinya cukup memadai. Sampai kemarin masih ada sisa sekitar 2.000 blangko e-KTP. “Sudah dua bulan pun kita enggak keluarkan Suket (surat keterangan, Red) karena bisa langsung cetak e-KTP,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Tasikmalaya Dr Ade Zaenul Mutaqin MAg mendorong masyarakat secepatnya melakukan perekaman. Guna menjamin hak suara masyarakat yang belum masuk DPT. “Kita hanya bisa dorong sosialisasi ke masyarakat, teknisnya kan ada di Disdukcapil,” ungkapnya.

Untuk surat pemberitahuan kepada masyarakat, kata dia, akan disebar tiga hari sebelum pencoblosan atau tanggal 14 April 2019. Ketika memang ada masyarakat yang tidak mendapat surat pemberitahuan, tetap bisa mencoblos asal bisa menunjukkan suket, e-KTP atau tanda pengenal lainnya. “Kalau pun tidak bawa e-KTP, kalau bawa pemberitahuan tetap bisa nyoblos karena sudah jelas masuk DPT,” ujarnya.

Disinggung hal yang tidak boleh dilakukan di TPS yakni mengenakan atribut parpol atau paslon. Selain itu, warga juga dilarang membawa alat yang bisa digunakan untuk mengambil gambar di bilik suara. “Jadi pas masuk TPS, kita minta mereka untuk tidak membawa hp ke bilik suara,” katanya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.