Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.3%

53.8%

6.8%

0.7%

12.9%

0%

23.2%

0%

Dinas Hanya Awasi Industri Berizin

25
0
ANGKUT BARANG BUKTI. Petugas mengangkut barang dan bahan-bahan mentah pembuatan obat PCC di Kawalu, Kota Tasikmalaya Kamis (28/11). Barang tersebut untuk dikirimkan ke BNN Pusat di Jakarta. foto-foto: Rangga Jatnika-Diki Setiawan / Radar Tasikmalaya

TASIK – Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya belum pernah melakukan pengawasan ke tempat industri sumpit yang dijadikan kedok untuk pabrik narkoba jenis PCC. Pasalnya kewenangan tersebut hanya berlaku untuk perindustrian yang sudah memiliki izin.

Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H M Firmansyah mengaku kaget saat ada pabrik narkoba di tempat industri sumpit dan tusuk sate itu. Karena dari pengawasan yang dilakukan ke tempat industri, pihaknya belum pernah menemukan ada hal yang mencurigakan. “Sejauh ini kami belum pernah menemukan ada hal menonjol apalagi yang mengarah ke pabrik narkoba,” ujarnya kepada Radar, Minggu (1/12).

Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Diketahui, industri yang dikelola oleh CV Nusantara Jaya Abadi itu memang tidak memiliki izin. “Sejauh ini kami hanya melakukan pengawasan ke industri yang berizin saja,” ujarnya.

Meskipun demikian, persoalan ini tetap menjadi evaluasi untuk kinerja petugas ke depannya. Supaya pengawasan di lapangan dilakukan secara teliti. “Karena pada prinsipnya kami ingin industri yang ada bisa turut membangun daerah, bukan merusaknya,” terang dia.

Untuk pengawasan industri yang tidak berizin, H Firman mendorong supaya pemerintah setempat bisa lebih peka. Selain itu, masyarakat pun diharapkan bisa turut mengawasi ketika ada aktivitas usaha atau perindustrian di lingkungannya. “Kami harap pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan bisa memonitor segala aktivitas usaha di masyarakat,” paparnya.

Saat ini, menurut H Firman, keberadaan industri tak berizin di Kota Tasikmalaya disinyalir cukup banyak. Terlebih mereka yang beroperasi di bangunan rumah, bukan berbentuk pabrik. “Pasti banyak kalau tidak berizin, makanya perlu kerja sama dari masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sebagaimana di ketahui, BNN dan Polri beberapa waktu lalu melakukan penggerebekan di sebuah pabrik sumpit dan tusuk sate di Kampung Awilega Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu. Tempat industri tersebut memproduksi jutaan narkoba jenis PCC. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.