Dinas Kesehatan Fokus Tekan Stunting dan AKB

171
0
MENJELASKAN. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dr Faisal Soeparyanto menjelaskan soal stunting dan angka kematian ibu dan bayi, Selasa (26/11).

SINGAPARNA – Stunting atau bayi yang gagal tumbuh dan angka kematian bayi di Kabupaten Tasikmalaya masih tinggi. Hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah yang belum mampu terselesaikan secara merata.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr Faisal Soeparyanto mengatakan, saat ini tercatat tinggal di 10 kecamatan yang memiliki angka stunting di atas 30 persen. Sisanya kecamatan lain di bawah 30 persen.

“Target kita 2020, 10 kecamatan di daerah pinggiran yang angka stunting-nya tinggi akan diturunkan. Supaya berada di bawah 30 persen. Kecamatan lainnya, ditekan di bawah 20 persen,” kata Faisal kepada Radar di Kantor DKPP, Selasa (26/11).

Selain stunting, kata dia, pemerintah daerah juga sedang fokus dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). “Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam membangun masyarakat sehat untuk data AKI di 2019 sampai November ada tercatat 19 orang ibu. Sedangkan 2018 lalu ada 28 orang ibu yang meninggal,” terang dia.

Sementara untuk data AKB, jelas dia, di 2019 sampai November ada 153 bayi yang meninggal. Sedangkan pada tahun sebelumnya 260 bayi.

Kemudian, lanjut dia, penanganan penyakit dan pengidap TBC, pemerintah daerah juga mempunyai komitmen untuk menurunkan angka kasus penyakit tersebut yang menular atau resistant. Maka, saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC) sudah ada alat untuk mendeteksi gejala dan pengidap TBC resistant.

Direktur RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto mengatakan, pihaknya sudah memiliki jalur pengendalian dalam pe­na­nganan pe­nya­kit TBC. “RSUD SMC satu-satunya di wilayah Ja­wa Barat yang memiliki enam Tes Cepat Mo­lekuler (TCM). Yang sebarannya dapat dijangkau di wilayah Ka­bu­paten Tasik. Ini merupakan terobosan un­tuk melayani ma­sya­rakat pengidap TBC secara cepat, mudah dan gratis,” katanya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.