Disnaker Terus Beri Pelatihan Kerja

Dinas Ketenagakerjaan Fokus Menekan Pengangguran

50

BANJAR – Sejak April 2018, Dinas Ketenagakerjaan Kota Banjar memfokuskan program pelatihan kerja bagi masyarakat. Gunanya untuk meningkatkan keahlian sesuai bidang yang dikuasai masyarakat. Pelatihan kerja ini akan terus berlanjut tahun ini.

“Program pelatihan kerja itu meliputi bidang otomotif, perbengkelan, menjahit, perawat bayi, pengelasan industri juga pengolahan hasil pertanian. Pelatihan di sini (Dinas Ketenagakerjaan) semuanya gratis,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Banjar Ruswa Sumarna Minggu (13/1).

Bahkan tahun ini pemerintah kota akan menyiapkan tempat khusus untuk kegiatan pelatihan kerja. Pihaknya berencana menyiapkan sekitar 80 kamar untuk tempat istirahat peserta pelatihan.

“Tahun ini kita menyiapkan tempat menginap hingga 80 kamar untuk warga Kota Banjar yang ingin mengikuti pelatihan keahlian sesuai bidang yang kita siapkan,” katanya.

Khusus untuk pelatihan pengolahan hasil pertanian, Ruswa akan menggandeng Dinas Perdagangan untuk membuka jalur pemasaran produknya. Mengingat Kota Banjar memiliki dominasi tinggi dalam bidang pertanian.

“Untuk pelatihan pengolahan hasil pertanian sendiri terus dikembangkan karena melihat bahan baku di Kota Banjar cukup melimpah. Mudah-mudahan ke depan program kita bisa bersinergi dengan Bidang Perdagangan untuk pemasarannya. Karena jika pelatihan sudah dilaksanakan dan ilmu pelatihan sudah dikuasai, tinggal sisi pemasaran harus diperkuat,” katanya.

Di samping memaksimalkan potensi keahlian, pihaknya juga mendorong masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Pelatihan yang disiapkan itu mendukung untuk proses dasar masyarakat yang ingin bekerja menjadi TKW maupun TKI.

“Pembekalan dasar sangat penting supaya masyarakat memiliki modal keahlian terlebih dahulu. Mau di Kota Banjar atau di luar negeri tidak menjadi masalah jika sudah ahli di bidangnya,” kata dia.

Menurutnya, program pelatihan ini harus bisa menyerap ribuan tenaga kerja. “Karena tingkat pengangguran di Kota Banjar tahun 2018 sekitar 5,1 persen. Mudah-mudahan tahun ini turun menjadi 3,5 persen. Perkiraannya jika 3,5 persen itu di angka 1.600 tenaga kerja,” ujarnya.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Kota Banjar Neneng Widya Hastuti menambahkan untuk meningkatkan pemasaran produk, khususnya UMKM, Kota Banjar harus memiliki Bussines Development Center (BDC).

Sebab bentuk pelatihan yang diberikan Disnaker besar kemungkinan akan melahirkan pengusaha UKM kedepannya. Produknya juga merupakan prodak UMKM.

“Melalui BDC bisa dilakukan peningkatan dan pemasaran produk. Sehingga BDC selain mandiri bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang bersumber di pemerintah, dana anggaran bisa fokus, terarah dan terkendali sehingga pengawasan, pendampingan, pemberdayaan dan pembinaan UMKM tepat sasaran dan tujuan,” kata dia. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.