Beranda Kota Tasik Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Tambah Kuota, Siapkan Beasiswa

Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Tambah Kuota, Siapkan Beasiswa

268
BERBAGI
MUSRENBANG. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin SH, MH dan Kepala Dinas Pendidikan Drs H Achdiat Siswandi MP saat pembukaan Musrenbang Sektoral Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018 Senin (12/2).

TASIK – Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya akan menambah kuota siswa yang masuk ke janjang SMP dari SD dengan jalur tahfiz Alquran. Dari awalnya 5 persen menjadi 10 persen. Itu terungkap dalam Musrenbang Sektoral Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018 Senin (12/2).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs H Achdiat Siswandi MP mengatakan pihaknya juga akan menambah kuota beasiswa untuk siswa SD yang akan melanjutkan SMP melalui jalur tahfiz Alquran.

Siapa presiden pilihan mu nanti di 2019 ?

“Tahun kemarin kita baru 5 persen, tahun ini kita tambah menjadi 10 persen dan harapannya terus bertambah hingga 50 persen, dimana anak SD yang hafal minimal 3 juz bisa bebas masuk SMP tanpa tes dan ditanggung segala kebutuhan pendidikannya,” terang Achdiat.

Selain alokasi beasiswa untuk siswa yang punya hafalan Alquran, bantuan juga dialokasikan untuk siswa disabilitas atau berkebutuhan khusus dan pelajar yang tidak punya KIP.

“Berdasarkan data yang masuk, di Tasikmalaya ini ada 500 orang anak SD yang hafal Alquran. Kita juga sudah ada kesepakatan dengan dewan (DPRD) bahwa untuk anak yang kurang mampu akan diberi santunan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam Musrenbang juga dibahas terkait akhlak. ”Oleh karena itu Dinas Pendidikan sosialisasikan kembali magrib mengaji. Itu menjadi bagian dari pembentukan karakter juga wustho untuk SMP,” terangnya.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin SH, MH berharap ada inovasi dari Dinas Pendidikan. “Tasikmalaya terkenal dengan islami. Dinas Pendidikan sudah mulai berjalan program wustho di SMP, artinya ini akan sejalan dengan program pemerintah kota dalam pendidikan karakter,” terangnya.

Tambah dia, Kota Tasikmalaya memiliki Perda Madrasah Diniyah. Tapi sejauh ini selalu berhadapan dengan sistem penganggaran. Daerah tidak bisa menganggarkan kepada wilayah yang dipegang Kementrian Agama.

Namun, kata dia, sekarang ada celah. Caranya integrasi antara Dinas Pendidikan dan Kemenag dalam program wustho yang dikembangkan di SMP. “Sudah berjalan di beberapa sekolah, tinggal bagaimana support-nya dari pemerintah daerah,” ujarnya. (ais)

loading...