Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Pertahankan Sawah Produktif

389
0

PARIGI – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pangandaran mencatat ada 16.426 hektare (ha) sawah produktif di 10 kecamatan. Lahan-lahan produktif ini akan dipertahankan agar tidak beralih fungsi.
“Yang 16.426 ha itu merupakan lahan sawah baku di 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran dari mulai Cimerak sampai Padaherang ,” ungkap Kasi Perbenihan dan Perlindungan Dispertan Kabupaten Pangandaran Restu Gumilar kepada Radar, Jumat (9/2).

Menurutnya, area lahan sawah terluas berada di Kecamatan Padaherang mencapai 3.670 ha. Kedua di Langkaplancar dengan luas 2.269 ha. Lalu, Parigi mencapai 2.095 ha.

Dari total lahan sawah itu, terang dia, sebanyak 2.094,09 ha merupakan lahan rentan banjir dan 3.892,43 ha rentang kekeringan. “Untuk yang paling rawan terhadap banjir yang paling luas ada di Kecamatan Padaherang sementara yang paling rentan terhadap kekeringan di daerah Cigugur,” terangnya.

Secara kasat mata, menurut dia, lahan sawah yang sudah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan di Kabupaten Pangandaran memang sudah ada. Akan tetapi dia tidak bisa memastikan berapa jumlah luas lahan yang sudah beralih fungsi. “Kita belum bisa memastikan. Karena saat ini sedang dilakukan pengumpulan data di lapangan. Ya target kita akhir 2018 ini sudah selesai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa lahan yang sudah beralih fungsi tersebut termasuk lahan yang sudah tidak produktif. “Ya kebanyakan memang lahan-lahan dekat gunung batu yang memang tidak produktif lagi,” ucapnya.

Petani di Kecamatan Parigi Munandar (56) menyatakan dirinya tidak akan menjual sawahnya selama masih bisa memproduksi beras. ”Kalau ada yang minta buat dijadikan perum, saya agak berat menjualnya. Nanti saya tidak bisa mewariskan ke anak cucu,” katanya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.