Dinas Pertanian Kota Banjar Dinilai Lambat Serap Anggaran DID

66
0
radartasikmalaya
Ilustrasi DID
Loading...

BANJAR – Anggaran Dana Insentif Daerah (DID) untuk program bantuan kelompok tani dan peternak senilai Rp1,8 miliar di Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar belum menunjukkan angka serapan yang bagus.

Padahal, waktu untuk penyerapan anggaran tinggal sebulan lagi.

Data dari Badan Keuangan, program bantuan dari anggaran DID di Dinas pertanian ada empat item.

Laporan serapan hingga 30 November 2020 di antaranya, pertama untuk pemanfaatan pekarang disiapkan pagu Rp145jt, namun baru terserap 1,8jt.

Kedua, bantuan benih ikan dari anggaran Rp664jt baru terserap 4,8jt.

Loading...

Ketiga untuk sarana prasarana pertanian dari total anggaran Rp800jt baru terserap 4,8jt.

Item terakhir bantuan udang galah dari anggaran Rp200jt baru terserap 4,8jt.

“Kita lagi proses pengajuan untuk pencairan. Tidak ada kendala, namun ada beberapa yang masih lelang. Tapi saya optimis anggaran akan terserap 100 persen,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar Aswin, Rabu (2/12).

Total kata dia, DKP3 mengajukan anggaran dari DID sebesar Rp1,8 juta dari total DID Kota Banjar Rp11,9 miliar.

“Kita sedang berupaya untuk proses pencairan segera terlaksana supaya laporan serapan anggarannya meningkat. Memang untuk saat ini serapannya masih sedikit lantaran belum selesainya pencairan,” kata dia.

Dikonfirmasi soal pencairan, Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar, Riany Dwi Setianingrum mengatakan, bagian keuangan DKP3 Banjar belum mengusulkan pencairan ke kas daerah.

“Barusan saya konfirmasi ke keuangan DKP3, memang belum mengajukan pencairan ke kami,” katanya.

Dana Insentif Daerah sendiri diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan sebesar Rp11,9 miliar untuk Kota Banjar.

Anggaran itu didapat atas kinerja baik pemerintah Kota Banjar dalam menangani Covid-19.

“Itu dari pemerintah pusat untuk daerah, tidak hanya Kota Banjar saja yang dapat. Daerah lain juga sama. Nah untuk pemanfaatannya, anggaran itu bisa diserap untuk belanja pemilihan ekonomi dan pembangunan indrastruktur yang berkaitan dengan dampak Covid-19,” kata Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana.

Pemerhati pemerintah Kota Banjar Sidik Firmadi sebelumnya menghawatirkan dana insentif daerah (DID) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp11,9 miliar tidak terserap 100 persen untuk pelaksanaan kegiatan yang sudah diusulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Adanya bantuan Dana Insenftif Daerah bagi pemerinta Kota Banjar dari pemerintah pusat merupakan berkah dan perlu diapresiasi. Karena adanya bantuan tersebut merupakan bentuk hadiah mengingat Kota Banjar dianggap sebagai daerah yang berhasil menangani wabah covid-19,” ujarnya.

“Masalah selanjutnya menurut saya adalah pemerintah Kota Banjar terutama OPD-OPD harus memanfaatkan dana tersebut dengan baik, utamanya harus terserap 100% dan tidak boleh ada sisa sama sekali,” tegas Sidik.

(cecep herdi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.