Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Dinas PUPR Siap Tata Kawasan HZ Hingga Cihideung Kota Tasik

132
0
SEGERA DITATA. Arus lalu lintas di Jalan HZ Mustofa terlihat masih semrawut. Di tahun 2021 Pemkot akan melakukan penataan di pusat perekonomian tersebut, Senin (22/6).

BUNGURSARI – Di tengah penyusunan detail engineering design (DED) dan feasibility study (FS) penataan Jalan HZ Mustofa dan Cihideung yang tengah disiapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tasikmalaya.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya pun menyiapkan skema penataan.

Baca juga : Iniii.. Dodol Niknok Khas Pagerageung Kabupaten Tasik

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya H M Firmansyah menjelaskan di tahun 2020 ini, pihaknya akan mengajukan konsep penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Kemudian akan disinkronisasikan dengan hasil DED dan FS yang digarap DPUPR.

“Nantinya disinkronisasi dengan rencana penataan HZ Mustofa, bagaimana menempatkan PKL harmonis beriringan dengan rencana penataan infrastrukturnya,” kata Firmansyah kepada Radar, Senin (22/6).

Saat ini, kata Firmansyah, draft regulasinya masih digodok di Bagian Hukum Setda Kota Tasikmalaya.

Dia belum bisa menjelaskan gambaran secara umum, model penataan PKL-nya. Sebab, masih menunggu hasil penyusunan DED dari DPUPR.

“Skema pengaturannya, penempatan nanti bagaimana kami belum bisa gambarkan. DED itu, akan memberikan dasar sebagai barometer kebijakan nantinya para PKL itu ditempatkan seperti bagaimana dalam rencana besar penataan HZ Mustofa,” ujarnya memaparkan.

“Kita tidak ingin duluan, nanti saat DED jadi khawatir tidak nyambung,” selorohnya melanjutkan.

Firmansyah menyebut pihaknya sudah mengantongi data PKL yang biasa beroperasi di Jalur Perekonomian Kota Resik itu.

Namun, kata dia, nantinya akan diverifikasi kembali ketika akan dilaksanakan penataan.

“Sebab, tidak semua komoditas nanti bisa ditampung di sana. Idealnya semacam fashion, aksesoris dan diluar makanan. Kalau jualan bakso misalnya kan kurang pas malah jadi kesemrawutan,” tuturnya.

Tidak hanya Dinas KUMKMPerindag, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya H Aay Zaini Dahlan ATD menjelaskan pihaknya juga tengah merancang strategi pengaturan lalin, ketika penataan dimulai.

Semua opsi pertimbangan tengah dipikirkan supaya rencana penataan tidak berujung kesemrawutan. “DED kan belum terlihat, cuma gambarannya penataan nanti itu dari Simpang eks Tugu Adipura sampai Simpang Jalan Cihideung.

Nah, kelihatan nanti mana saja titik parkir yang hilang, itu masih kami pertimbangkan solusi terbaiknya bagaimana,” kata dia memaparkan.

Pihaknya juga merumuskan bagaimana menyiapkan kantong-kantong parkir. Sebab, tidak mungkin tidak disiapkan sarana parkir ketika Jalan HZ Mustofa bebas dari parkir kendaraan.

Melihat Jalan Malioboro pun ditunjang ruas-ruas penghubung lain yang digunakan pengendara untuk menyimpan kendaraan.

“Nah itu juga jadi pekerjaan rumah kami. Apakah misalnya eks setda lama bisa langsung digunakan lahan parkir. Kalau bisa, jadi solusi. Kalau belum, otomatis kita timbang beban juga jalur penghubung dan penunjang di sekitaran HZ Mustofa,” analisisnya.

“Namun intinya, kita dan semua OPD siap serta mendukung suksesi rencana penataan ini,” sambung Aay.

Baca juga : DPRD Kabupaten Tasik Nilai Penggunaan Dana Covid-19 Kurang Transfaran

Selain pengaturan lalu lintas dan sarana parkir, pihaknya juga terbebani kehadiran penarik becak. Sebab, melihat kondisi eksisting di Jalan Malioboro pun, konsep penataan tanpa parkir, masih mengakomodir jalur lintasan becak.

“Itu yang kami sedang pikirkan, apakah misalnya bikin jalur khusus semacam becak way, sebab di Yogyakarta juga jalur becak ada tersendiri tanpa dihilangkan,” ucapnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.