Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Dinas Sosial Kota Tasik Temukan Ketidakcocokan Data Penerima Bansos

535
0
CAIR. Juju Juwitasari (40), warga Sukamaju Kelurahan Panglayungan Kecamatan Kahuripan menunjukkan uang Rp 500 ribu bantuan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya bagi warga terdampak Covid-19, Senin (11/5). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

Pendistribusian bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai senilai Rp 500.000 dari Pemerintah Kota Tasikmalaya kurang berjalan mulus.

Pasalnya, terjadi perbedaan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada 5.175 Kartu Keluarga (KK) dari total 17.590 calon penerima bantuan.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya Hendra Budiman menjelaskan sejak Minggu (10/5) malam, pihaknya sudah menemukan adanya ketidakcocokan data tersebut.

Baca juga : Ada Warga Mampu di Kota Tasik Dapat Bansos

Kemudian, langsung menerbitkan surat edaran yang ditujukan bagi Kepala Seksi Kesra setiap kelurahan, supaya bisa langsung membenahi perbedaan digit pada NIK calon penerima bantuan.

“Sekarang sedang berproses perbaikan data, semoga besok (Selasa, 12/5) sudah ada laporan.

Ini hanya kaitan teknis saja, secara prinsip penerima bantuan apabila orangnya tepat, pasti akan memperoleh bantuan,” kata dia kepada Radar, Senin (11/5).

Dia menjelaskan ketidakcocokan NIK dapat disebabkan beragam faktor. Mulai dari kesalahan teknis pada penginputan data di kelurahan, kemudian dokumen kependudukan calon penerimanya sudah tidak terbaca sehingga ada kekeliruan pada NIK.

“Namun, persoalan data ini menjadi pembelajaran supaya tahap selanjutnya bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Sebetulnya, lanjut Hendra, data calon penerima bantuan yang tingkat keakuratannya sudah baik yakni data penerima bantuan yang alokasinya berasal dari Kementerian Sosial dan Bantuan Provinsi Jawa Barat.

Sebab, sambung Hendra, skenario awal pendistribusian bansos sejatinya dimulai dari level pemerintah tertinggi.

“Nah, sekarang kan skenarionya dibalik. Maka wajar (muncul data bermasalah, Red) ini belum selesai, sebab mulanya bansos dari APBD Kota Tasikmalaya kan didistribusikan paling akhir (usai bantuan kemensos dan provinsi, Red)” kata Hendra.

Mantan Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya itu, mencontohkan kesalahan data tersebut bisa terjadi lantaran format software yang digunakan di kelurahan maupun Dinsos berbeda.

Termasuk penulisan alamat penerima, dimana ada yang menggunakan format misalnya RT/RW 01/01, atau 001/01.

“Itu perlu diseragamkan pengadministrasiannya. Kebanyakan hal teknis saja sebetulnya, namun tidak perlu khawatir apabila calon penerima memang benar-benar sama dan sesuai, tidak akan hilang bantuannya,” ujar dia.

Di sisi lain, ia menjelaskan pengaturan penerima bantuan bagi warga terdampak, yakni sesuai pengajuan.

Ketika setiap wilayah mengusulkan secepat mungkin di awal proses pendataan, maka diprioritaskan untuk masuk dalam alokasi bantuan dari Kemensos dan Banprov Jawa Barat.

“Nah kemarin itu, data Kecamatan Purbaratu, Cibeureum, Tamansari dan Kawalu terbilang paling bagus dan cepat dalam pendataan. Maka kita langsung inputkan ke calon penerima bantuan dari Kemensos dan Banprov, untuk yang menyusul dimungkinkan masuk ke kuota dari APBD Kota Tasik,” katanya menjelaskan.

baca juga : Data Penerima Bantuan di Kota Tasik Amburadul, Kok Bisa?

Hendra menegaskan pihaknya tidak bisa memangkas atau mengganti data yang diusulkan RT/RW melalui masing-masing kelurahan.

Jumlah pengajuan yang diinputkan ke Kemensos, Banprov dan APBD Kota Tasikmalaya menyesuaikan jumlah usulan tersebut.

“Kami tidak ada kewenangan untuk memotong, jadi mengajukan sesuai pendataan yang dilakukan RT/RW. Kemudian diverifikasi saja supaya tidak terjadi duplikasi dari bantuan lain. Contohnya tadi di Panglayungan realisasinya untuk 500 penerima bantuan, dari tiga ribu yang diusulkan,” kata Hendra. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.