Dinding Beton Sekolah Rubuh, Dua Siswa Tewas

37
0

Jakarta- Tembok beton SD Negeri 141 Pekanbaru roboh seketika dan merenggut dua nyawa di lingkungan sekolah yang berlokasi di Kecamatan Bukit Raya itu.

Seorang siswa yang bernama William Maleaki meninggal dunia setelah sempat kritis karena ditimpah beton. William menghembuskan nafas terakhir ketika menjalani penanganan medis intensif di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru.

Selain William, seorang korban meninggal lainnya yakni Yanita Octavilozy. Yanita merupakan siswa SMA Negeri 14 Pekanbaru yang menjadi korban meninggal dalam insiden tersebut saat mengantarkan adiknya bernama Rasyad Agus Triono (11).

Insiden ini cukup memprihatinkan, pasalnya, beton tersebut semenjak dua bulan terakhir sudah terlihat miring.

Ermi Fadni, salah seorang warga yang tinggal persis di depan sekolah lokasi tersebut menyebutkan, pagar sekolah di Jalan Abidin itu mulai terlihat miring sebulan lalu.

“Sebulan ini sudah mulai miring, dan 15 hari terakhir tampak mulai parah kemiringannya,” katanya.

Dengan kondisi yang mulai dikhwatirkan itu, ia mengatakan telah menginformasikan kondisi kemiringan tembok sepanjang enam meter tersebut ke pihak sekolah.

Bahkan dia menjelaskan dia dan suaminya sudah dua kali memberitahukan kondisi tembok yang mulai dikhwatirkan itu kepada kepala sekolah.

Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil hingga insiden memilukan terjadi Rabu (14/11) pagi tadi.

“Kita terus beritahu sekolah. Bahkan yang 15 hari terakhir yang temboknya semakin miring kita beritahu lagi. Kita juga pasang kertas peringatan,” lanjutnya.

Selebaran kertas peringatan itu, terangnya ditempel di dua sisi tembok. Sisi pertama bagian pintu masuk dekat pagar Jalan Abidin dan satu lagi disisi lainnya bagian sudut.

Selebaran itu menginformasikan kepada warga dan siswa agar lebih berhati-hati karena tembok setinggi dua meter itu mulai miring.

Namun, semua upaya itu sia-sia ketika tembok beton tersebut justru ambruk dan menimpa sejumlah siswa dan warga.

“Jadi sejauh ini korban meninggal sudah dua,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tengah menyelidiki dugaan unsur pidana dalam insiden robohnya tembok Sekolah Dasar Negeri 141 Kecamatan Bukit Raya yang menyebabkan seorang siswa warga meninggal dunia, dan dua siswa mengalami luka-luka dimana satu diantaranya tengah kritis dan mendapat perawatan intensif.

“Apakah perbuatan ini melawan hukum atau ada unsur kesengajaan atau kelalaian, biarkan proses penyelidikan yang bekerja,” ujarnya di tempat kejadian.

Ia menjelaskan bahwa jajarannya masih terus berupaya mengumpulkan keterangan dan menyita sejumlah barang bukti terrmasuk lima unit sepeda motor yang turut tertimpa tembok setinggi dua meter dan sepanjang enam meter tersebut.

Selain itu, dia juga mengemukakan jajarannya turut terus mengumpulkan keterangan para saksi mata dalam insiden memilukan yang terjadi pukul 07.00 WIB pagi tadi tersebut.

“Sekarang terlalu dini kita menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab (dalam insiden ini),” tambahnya. (ant/fin).

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.