Dinilai Ada Indikasi Mark Up, Bag Umum Pemkab Tasik; Pengadaan Alat Studio Sesuai Usulan

179
0

SINGAPARNA – Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya Asep Azwar Lutfi menilai pengadaan alat studio dengan anggaran Rp 2,3 miliar tidak rasional dengan jumlah barang yang dibelinya.

“Menurut saya terlalu jomplang antara anggaran yang dihabiskan dengan barang-barang yang dibelinya. Kalau menurut saya sudah ada indikasi mark up,” ujarnya kepada Radar, Senin (20/4).

Baca juga : Prestasi Membanggakan yang Diraih Siswa Kreatif SMA Cipasung Tasikmalaya

Maka dari itu, kata Asep, BPK atau Inspektorat untuk segera melakukan audit pada program tersebut, apakah sudah sesuai barang yang dibeli dengan anggaran yang dikeluarkan. “Termasuk aparat penegak hukum (APH) harus turut juga mengawasi persoalan pengadaan alat studio yang terkesan tidak rasional ini,” katanya, menjelaskan.

Menurutnya, pengadaan alat studio ini jauh dari perencanaan yang baik serta berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat. Padahal masih banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti perbaikan jalan, pembangunan rumah sakit di wilayah ketimbang membeli peralatan studio.

Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya Asep Ahmad mengatakan, pengadaan alat studio sudah sesuai usulan dari bagian-bagian di setda dengan total anggaran Rp 2,3 miliar. Adapun penilaian Pansus LKPJ Bupati Tasikmalaya Tahun 2019 bahwa kegiatan tersebut tidak rasional akan dijawab secara tertulis dan rinci.

“Kami sudah menyiapkan dan menyusun jawaban secara tertulis serta rinci untuk penjelasan mengenai anggaran pengadaan alat studio kepada dewan. Insyaallah minggu ini kita akan sampaikan dan bertemu dengan dewan, melaporkan rinci kebutuhan anggaran pengadaan alat studio tersebut. Kita sekarang sedang susun laporannya,” ujarnya kepada Radar, Senin (20/4).

Kata dia, dari anggaran Rp 2,3 miliar ada dua item yang belum dimasukan dalam berkas LKPJ seperti pengadaan paket sound system untuk di setda dan satu paket lagi di Masjid Agung Baiturrahman. “Pengadaan sound system di masjid agung berdasarkan usulan dari Bagian Kesra. Total kebutuhan anggaran pengadaan alat studio memang jumlahnya Rp 2,3 miliar. Semua usulan di kita berdasarkan usulan-usulan dari bagian-bagian,” katanya, menjelaskan.

Lanjut dia, sound system yang ada di setda bisa digunakan oleh semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) jika dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan atau programnya. Sedangkan untuk kamera, lensa dan perlengkapan lainnya digunakan Bagian Humas di Setda Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga : Berkali-kali Bocah 9 Tahun Diperkosa Bapak Tiri Warga Bantarkalong Tasik, Alat Vitalnya Keluarkan Nanah

“Jadi tidak serta merta melakukan pengadaan. Kalau tidak ada usulan kita tidak mengadakan. Ada seperti pengajuan dari Bagian Humas atau Kesra. Kita terima dewan yang mengkritisi, itu wajar sebagai alat kontrol pengawasan,” tambah Asep. (yfi/dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.