Dinilai Kurang Bermanfaat, Pohon Kelapa Plastik di HZ Mustofa Dikritik Warga

199

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

HZ MUSTOFA – Pemasangan beberapa pohon kelapa plastik di median jalan kawasan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya mendapat kritikan keras dari warga Kota Tasikmalaya.

Pasalnya, proyek pertamanan di Dinas Perwaskim Kota Tasikmalaya dengan memasang pohon kelapa palsu ini dianggap warga tak pantas.

Terlebih proyek yang dilaksanakan oleh CV Bintang Kiri ini, menghabiskan biaya sebesar Rp. 1. 268.400.000,-

Seperti disesalkan netizen dengan akun Ilam Maolani yang menganggap, lebih pas jika pohonnya asli.. yang mampu menyerap polusi udara… bukan sekedar estetika… tulisnya dalam facebook.

Berbeda dengan Yani Handayani dalam akun facebooknya. Dia menyindir, Berasa d Yasmin Bogor. Cuma kalo d Yasmin pohon asli diikuti emozi ketawa.

Bahkan ada yang sekedar bertanya. Knp gap k pohon asli ya? Tulis Hana Nana Maulani.

 

Bahkan akun Acang Tasik Selatan menyayangkan proyek tersebut dan berpendapat bahwa proyek tersebut bak main-mainan anak kecil. “Lebar euy, kawas budak anyang anyangan sagala ku pelastik” sindirnya.

Di akun facebook radartasikmalaya.com masih banyak lagi warga yang mengkritik kebijakan pembuatan taman dari plastik tersebut yang dinilai kurang memahami aspek lingkungan. Dimana dengan adanya pohon asli bisa mengurangi polusi.

Apapun yang disampaikan oleh netizen warga Kota Tasikmalaya, itulah bentuk kepedulian warga terhadap kotanya. Dan harus disikapi oleh pemerintah dan pihak terkait dengan bijaksana, dengan menjelaskan maksud dan tujuan penggunaan pohon-pohon dari plastik.

Dalam pemberitaan sebelumnya, kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Kota Tasikmalaya Dedi Hermawan menjelaskan akan ada delapan pohon plastik yang dipasang dua buah di setiap median.

Dari lima median jalan di jalur HZ Mustofa yang ditata tahun ini hanya satu median yang tidak dipasang pohon tersebut.

“Tingginya (pohon kelapa plastik, Red.) sekitar 2,5 meter. Sementara pada bagian median jalannya ditanami bayam merah dan akan terlihat cantik di malam hari dengan sorotan warna-warni lampu,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Selasa (6/11).

Pihaknya menargetkan penataan median jalan itu rampung pada 16 November mendatang sesuai kontrak pelaksanaan kerja selama 120 hari.

Sementara di lima median jalan akan ada 25 titik air mancur di antara fly garden yang ditanami bayam merah.

“Dari lima median yang kita kerjakan di sepanjang Jalur 2 HZ Mustofa, dua di antaranya belum selesai dan masih proses pengerjaan. Sementara yang tiga, tinggal tahap finishing,” paparnya.

Terkait alasan penggunaan konsep fly garden dalam penataan median di jalan tersebut, dia belum bisa menjelaskan. Pekerjaan tersebut sudah berjalan ketika dia menjabat di bidang pertamanan.

“Itu harus tanya dulu ke konsultan, saya juga kurang tahu. Namun, diharapkan bisa menambah estetika dan keindahan kota serta diterima masyarakat,” harap Dedi. (age/firgi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.