Dinilai Lalai, tak Ada K3 di Proyek Situ Leutik Kota Banjar yang ‘Makan’ Korban

270
0
Loading...

BANJAR – Dugaan penyebab tewasnya salah seorang pekerja proyek pembangunan fasilitas Wisata Terpadu di Situ Leutik Desa Cibeurum Kecamatan Banjar Kota Banjar mulai terkuak.

Polisi menyebut, saat insiden terjadi, tidak ditemukan alat kelengkapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lokasi yang dipakai korban. Seperti alat pelindung kepala.

Korban yang diketahui bernama Tarka (60) warga Dusun Cimanggeng 1 RT 01/06 Desa Panulisan Barat Kecamatan Dayeuh Luhur Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, mengalami luka parah dibagian kepala pada saat kejadian, Kamis (7/11) sekira pukul 08.00 WIB.

Korban tewas tertimba reruntuhan tembok setinggi kurang lebih 3 meter. “Tidak ditemukan peralatan keselamatan pekerja. Kami sedang mendalami dari sisi kelalaiannya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Yanto Slamet, Senin (11/11).

Ia menyebut, proses penyelidikan terus berlanjut dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang saat itu ada di lokasi kejadian.

loading...

“Kami baru akan mengumpulkan keterangan dari para saksi, karena kemarin saat diminta keterangan, mereka masih berduka,” ujarnya.

Pantauan di lokasi kejadian, papan keterangan asuransi pekerja seperti BPJS Ketenagakerjaan pun tidak ada.

Padahal, proyek itu hampir menelan anggaran Rp3 miliar. “Untuk penyebab runtuhnya kontruksi bangunan masih kita selidiki, kita sudah menyurati Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan uji lab. Nanti jika ditemukan dugaan kontruksinya tidak sesuai spek, maka kita proses,” ungkap AKP Yanto.

Ketua Komisi lll DPRD Kota Banjar Gun Gun Gunawan menyayangkan pihak rekanan tidak menerapkan K3 sejak pekerjaan dimulai. Padahal menurut dia, keselamatan bagi pekerja harus diutamakan.

“Kita prihatin sekaligus menyayangkan kejadin ini. Kejadian ini tidak kita harapkan. Namun setidaknya, ada upaya dari pihak terkait untuk sedia payunh sebelum hujan. Artinya K3 diterapkan sejak awal pembangunan,” katanya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi rekanan dalam melaksanakan proyek pembangunan. K3 penting untuk meminimalisir dampak kecelakaan terhadap para pekerja.

“Semoga ini menjadi pembelajaran bagi pihak ketiga yang lainnya. Kita di Komisi lll akan melaksanakan rapat internal untuk menanggapi persoalan ini karena kami memiliki fungsi kontrol,” katanya.

(cecep herdi/ radarbanjar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.