Dinkes Kabupaten Tasik Optimalkan Potensi Promotor Kesehatan

47
0
ISTIMEWA PELATIHAN. Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasik menggelar pelatihan Orientasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Loading...

SINGAPARNA – Tenaga promotor dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti kegiatan Orientasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Seksi Promkes Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari, di Hotel Dewi Asri ini diisi oleh pemateri dari berbagai lembaga baik pemerintah, organisasi, maupun swasta. Mulai dari tingkat daerah, regional dan pusat.

Kasi Promkes Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya dr Hj Reti Zia Dewi Kurnia MARS mengatakan, kegiatan dilaksanakan untuk peningkatan kapasitas para promotor di puskesmas. Dengan harapan dapat menyampaikan berbagai program kesehatan ke masyarakat.

“Kegiatan ini kita laksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, semua peserta di-rapid test terlebih dahulu, kemudian pemateri di setiap harinya pun berbeda,” ujarnya.

Dari setiap paparan materi, peserta akan diminta untuk meresume apa yang sudah disimaknya. Tidak hanya membuat resume saja, peserta juga diminta untuk aktif berdiskusi memecahkan berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi saat di lapangan.

Loading...

Salah satu materi yang disampaikan adalah tentang kemitraan. Dengan menghadirkan pemateri GM Radar Tasikmalaya EO & Advertising, Ai Tina Agustina di hari kedua.

Dalam paparannya, Tina menyampaikan tentang bentuk kemitraan berbagai stakeholder untuk menunjang keberhasilan program. Selain itu dipaparkan juga tentang cara mengidentifikasi potensi-potensi yang dimiliki oleh berbagai stakeholder, sehingga dapat terjalin kemitraan yang baik dan saling memberikan manfaat.

“Jalinan kemitraan yang paling utama adalah dengan masyarakat. Masyarakat itu sebagai mitra utama, bukan sebagai objek dari sebuah program. Sehingga apabila kemitraan dengan masyarakat bisa terjalin dengan baik, program apa pun yang disampaikan maka akan diterima masyarakat,” ujarnya.

Di hari ketiga, para promotor pun mengikuti capasity building, sedangkan di hari keempat peserta diminta untuk menganalisa permasalahan di puskesmas masing-masing juga post test secara keseluruhan hasil dari kegiatan. (red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.