Satgas Tetap Melakukan Pemicuan

Dinkes: Lebih Cepat, Lebih Baik ODF-nya

55
0
OUTBOND. Satgas Jawara ODF Kota Tasikmalaya mengikuti outbond di Pasir Kirisik, Guranteng, Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Sabtu (7/12). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA
OUTBOND. Satgas Jawara ODF Kota Tasikmalaya mengikuti outbond di Pasir Kirisik, Guranteng, Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Sabtu (7/12). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

PAGERAGEUNG – Meski puncak acara ODF 2019 telah usai, Satgas Jawara ODF diharapkan tetap kompak untuk mengubah perilaku warga agar tidak buang air sembarangan.

Pelaksana Pengelola Program Sanitasi Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Teguh Priatno meminta 10 kelurahan, yang sudah mengikuti Jawara ODF 2019 Menuju sanitasi aman, tidak berakhir melakukan pembinaan dan pemicuan ODF, meski puncak Jawara ODF sudah selesai.

“Saya minta itu terus dilaksanakan, karena ODF itu bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas semua pihak, termasuk Satgas dan masyarakat di wilayah itu,” ujar Teguh di Pasir Kirisik Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Sabtu (7/12).

Menurutnya, merealisasikan ODF itu membutuhkan loyalitas semua pihak, termasuk satgas untuk mengubah perilaku masyarakat untuk tidak buang air besar sembarangan ini.

“Edukasi jamban sehat, penyedotan tinja dan lainnya itu harus terus digelorakan untuk mewujudkan Tasikmalaya ODF dengan sanitasi aman,” tutur dia.


Ia meyakini saat ODF didukung semua pihak, dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, kecamatan, kelurahan, satgas dan masyarakat, maka capaian Kota Tasikmalaya sebagai Kota ODF tidak akan lama. Bahkan bisa terjadi lebih cepat dari target.

“Tidak harus menunggu tahun 2022, lebih cepat lebih baik ODF-nya,” kata dia.

Teguh menyarankan Satgas Jawara ODF di 10 kelurahan bekerja sama memberikan edukasi kepada kelurahan lainnya.

“Selain kami dari pemerintah akan terus melakukan pembinaan dan pemantauan kepada 10 kelurahan yang sudah mendapatkan pembinaan ODF itu,” ujar dia.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Jawara ODF Kelurahan Ciakar Ir H Ajang Kusmana mengatakan, meski Jawara ODF 2019 sudah selesai, ia bersama satgas lainnya terus melaksanakan pemicuan dan pembinaan kepada masyarakat agar Kelurahan Ciakar itu bisa 100 persen ODF.

“Tidak hanya pemicuan yang kami laksanakan, bahkan terus merealisasikan septic tank,” ujar dia.

Saat ini yang memang paling sulit untuk mencapai ODF yakni mengubah perilaku masyarakat. Pasalnya selama ini masyarakat sudah mempunyai kloset, namun pembuangan akhirnya tidak sesuai dengan standar kesehatan.

“Perilaku sadar itu yang terus kami ubah untuk mencapai ODF,” kata dia.

Kompakkan Kembali Satgas ODF

Satgas ODF dan Sanitarian dari 10 kelurahan, kemarin, mengikuti outbond. Kegiatan tersebut diselenggarakan Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) di Pasir Kirisik Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Sabtu (7/12).

Outbond tersebut bernama Ngobras (Ngobrol Asyik Bersama Satgas Saniman) City Advisor SNV Dadang Ahman Hidayat mengatakan outbond tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan solidaritas kompak antar Satgas ODF.

“Diharapkan ke depannya bisa lebih kompak untuk bagaimana kelurahannya mencapai ODF menuju sanitasi aman pada tahun 2020 mendatang,” katanya kepada Radar Sabtu (7/12).

Menurut dia, Jawara ODF tersebut tidak berakhir pada Desember 2019, melainkan akan dilanjutkan pada tahun 2020. “Artinya satgas ini terus semangat dan berinovasi dalam untuk mencapai ODF itu,” kata dia.

Dadang menjelaskan kegiatan outbond tersebut untuk memberikan semangat agar ke depannya 10 kelurahan yang sudah mengikuti Jawara ODF bisa menjadi contoh bagi kelurahan lainnya.

“Karena bukan hanya 10 kelurahan di Kota Tasikmalaya yang harus ODF, melainkan ada 59 kelurahan lagi. Ke depannya itu harus bersama-sama di tahun 2022 ODF seluruhnya,” jelasnya.

Outbond tersebut, kata Dadang, untuk memberikan motivasi kepada satgas, karena dalam kegiatan ini ada beberapa permainan melatih kekompakan, semangat dan bekerja sama.

“Esensi dari kegiatan ini saya harap direalisasikan di kelurahan masing-masing,” ujar dia.

Ketua Satgas ODF Kelurahan Lengkongsari Yayan Sopiyan mengatakan outbond tersebut sangat bermanfaat.

“Apalagi kegiatan itu memicu kami akan kebersamaan dan kerja sama tim. Ini akan kami realisasikan dalam pelaksanaan ODF,” kata dia. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.