Dinkes Perintahkan Puskesmas Tangani DBD

23

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIJEUNGJING – Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menginstruksikan Puskesmas Cijeungjing untuk melakukan fogging di Perum Surungdayung Kecamatan Cijeungjing. Langkah tersebut untuk menangani kasus demam berdarah dengue (DBD) di kawasan tersebut. Sebelumnya, tiga warga perum tersebut terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aidesaigipty itu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Rahmat Jumawan mengaku juga sudah menginstruksikan Puskesmas Cijeungjing untuk mendata dan melakukan fogging secara bertahap di Perum Surungduyung.

“Semoga dengan pem-fogging-an setidaknya nyamuk dewasa bisa mati dan tidak berkembang biak. Semoga tidak ada warga lainnya yang kena,” jelasnya saat dihubungi Radar, Kamis malam (1/11).

Menjelang musim hujan kali ini, kata dia, baru ada laporan yang terjangkit d­emam berdarah di Cijeungjing ini.

Dia berpesan masyarakat meningkatkan kewaspadaan saja dan melakukan pola hidup sehat dan bersih agar terhindar dari demam berdarah.

Tak kalah penting, imbaunya, yaitu membersihkan sampah-sampah atau kaleng-kaleng, botol di lingkungan. “Karena kalau turun hujan itu air tergenang. Akan ada jentik nyamuk yang bisa berkembang biak dan bisa menjadi nyamuk dewasa, di sana bisa membahayakan,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang memiliki keluarga sakit dan terdapat

gejala bintik-bintik agar segera langsung datang ke dokter terdekat. Penanganan demam berdarah harus cepat sehingga bisa tertangani dan bisa terdiagnosis.

“Kami sarankan cepat periksa­kan serta imbau sekali lagi jaga lingkungan tetap bersih,” ajaknya.

Tiga warga Perum Surungdayung Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing, sebelumnya, terserang demam berdarah dengue (DBD). Mereka dirawat di RSUD Ciamis.

Heru Suparjo, penderita DBD asal Perum Surungdayung menerangkan semula di lingkungan tempat tinggalnya ada tetangganya Ojo yang masuk RS karena DBD. Lalu merembet ke dirinya dan anaknya Agathon Heru (17). Agathon hingga Rabu (31/10) masih dirawat. “Saya sampai dirawat. Kini anak yang kena DBD. Badannya bintik-bintik merah,” paparnya.

Dia khawatir kasus DBD ini menyebar ke warga lain. Diharapkan instansi terkait bisa turun tangan menanggulangi persoalan tersebut. Dia pun sudah melaporkan kasus ini ke puskesmas. Namun hanya sebatas didata. Belum ada langkah fogging. “Harapan kami ada fogging turun. Minimal nyamuk mati, warga lain tidak sampai terjangkit DBD,” tutur dia. (isr)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.