Dinsos Ciamis Berdayakan Ekonomi Penerima PKH

SOSIALISASI. Dinas Sosial Kabupaten Ciamis sedang mensosialisasikan KUBE di Kecamatan Sukamantri. (foto; iman sr/ radar tasikmalaya)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Dinas Sosial Kabupaten Ciamis membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di beberapa wilayah, untuk mendongkrak perbaikan ekonomi. Salah satunya KUBE di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri yang diresmikan belum lama ini.

Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Wawan Setiawan SH MSi, mengatakan sasaran pembentukan KUBE adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca: 2 Paslon Bupati Ciamis Tebar Pesona ke Warga di Pelosok

“Tujuan kami (membentuk KUBE) sebagai upaya mencapai tujuan-tujuan pokok PKH dalam peningkatan peran aktif dan komitmen peserta dan pelaku PKH. Akan tetapi secara ekonomis menjadi sebuah harapan dan terobosan pencapaian tingkat perbaikan kesejahteraan peserta PKH itu sendiri,” kata Wawan kepada Radar, Minggu (18/2).

KUBE-PKH, lanjutnya, merupakan media untuk meningkatkan motivasi warga miskin agar lebih maju secara ekonomi dan sosial. Melalui KUBE, setiap keluarga miskin dapat saling berbagi pengalaman, berkomunikasi dan menyelesaikan berbagai masalah dan yang dirasakan.

Dengan sistem KUBE, kegiatan usaha yang tadinya dilakukan secara sendiri-sendiri dikembangkan dalam kelompok. Sehingga setiap anggota dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan usaha. “Bentuk kegiatan kube PKH bisa kategori KUBE produksi atau KUBE jasa,” ucapnya.

Koordinator PKH Kabupaten Ciamis Indra Maulana memaparkan untuk menyukseskan KUBE dengan sasaran KPM PKH, peran pendamping sangat diperlukan. Para pendamping PKH dituntut membina KPM untuk merintis usaha sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Sebab itu, setiap KUBE akan didampaingi seorang pendamping PKH.

Baca: Kemenangan Sudah 65-75%, Iing-Oih Tinggal Nambah Suara

Sebelum dibentuk KUBE, KPM juga dibekali wawasan dan pengetahuan melalui kegiatan family development session (FDS) atau pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2), khususnya modul pengelolaan keuangan.
“Dalam modul itu sudah dijelaskan bagaimana mengatur keuangan, bagaimana merintis usaha, bagaimana mencari modal usaha, bagaimana mengatur pembukuan usaha dan yang lainnya,” paparnya.

Ketika ada KPM yang menjadi mandiri dan kesejahteraannya meningkat, hal itu akan menjadi kebangaan tersendiri bagi para pendamping PKH. Dalam menjalankan usahanya, KUBE-PKH bisa menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau pun perbankan untuk menyelesaikan masalah permodalan. Sehingga, usaha yang dijalankan dapat lebih maju.

Selain itu, kata Indra, KUBE-PKH diharapkan menjalin kerja sama satu sama lain. Diantaranya dengan saling bertukar informasi seputar produk yang dihasilkan. Sehingga, pemasarannya akan semakin luas. Diharapkan nantinya KPM PKH bisa mandiri dan kesejahteraannya meningkat. “Tahun 2018 ini kami punya target setiap pendamping dapat memandirikan minimal satu KPM,” harapnya. (isr)

loading...