Dinsos Kota Tasik Terima 200 Aduan Pemotongan Bansos Kemensos

418
3

TASIK – Distribusi bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat masih menyisakan berbagai persoalan di Kota Tasikmalaya. Selain warga yang tidak kebagian, ada juga uang bantuan dari Kementerian Sosial tersebut yang dipotong.

Dari informasi yang dihimpun Radar, sebagian RT memotong bantuan sosial bagi warga. Alasan­nya, untuk diberikan kepada warga yang tidak kebagian bantuan.

Baca juga : Jualan Hewan Kurban di Kabupaten Tasik Lesu, Ini Soalnya..

Hal itu diakui Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, H Nana Rosadi. Dia mengaku mendapat sekitar 200 pengaduan warga yang bantuannya dipotong.

Jumlahnya, bervariasi dari mulai Rp 100 ribu hingga Rp 700 ribu. “Ada yang melalui WhatsApps, ada juga yang mengadu secara langsung (datang ke kantor Dinsos, Red),” ungkapnya kepada Radar.

Nana menegaskan adanya pemotongan jatah bansos itu, secara regulasi tidak bisa dibe­nar­kan. Karena, jika ketua RT dan RW mendapati warga yang tidak kebagian bantuan, seharusnya didorong supaya melakukan pengajuan lagi dengan ad­mi­nistrasi yang valid.

Loading...

“Dari Kamis (16/7), ka­mi masih mene­rima usul­an tam­bahan bahkan Sabtu-Minggu (18-19/7) kami tetap masuk kerja, terakhir hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Terkait masih banyaknya warga yang belum kebagian bantuan, menurutnya ada beberapa faktor. Di antaranya yakni tidak terajukan di tingkat RT, RW atau kelurahan. “Mungkin karena banyaknya data jadi tidak tercantumkan,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Nana, masih ada juga pengajuan dengan dokumen Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai.

Ditambah, sebagian warga yang diajukan pun bukan merupakan warga Kota Tasikmalaya. “Di pengajuan baru ini, ada 210 yang NIK-nya tidak sesuai di tambah 79 KK yang beralamat di luar daerah,” ujarnya.

Untuk warga dengan dokumen yang tidak valid, pihaknya pun mendorong supaya Disdukcapil melakukan perbaikan. Karena jika identitasnya tidak sesuai, berat untuk bisa terverifikasi. “Ya sulit kalau datanya tidak sesuai,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Rukun Warga Rukun Tetangga (ARWT) Kota Tasikmalaya, Odang Saepudin juga mendapat informasi masih ada kepengurusan RT dan RW yang memotong dana bantuan untuk diberikan kepada warga yang tidak kebagian.

Padahal, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman sudah menegaskan supaya diajukan ulang.

“Kalau komunikasi dengan RT langsung tidak ada, tapi saya sempat dengan informasi itu (pemotongan bantuan, Red),” ujarnya.

Baca juga : Rp940 Juta untuk 94.000 Nasi Bungkus di Dishub Kabupaten Tasik Disoal Warga

Akan tetapi, dia juga mendapat laporan pemotongan juga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengklaim berjasa mengupayakan bantuan tersebut.

Padahal, sudah jelas pengajuan dilakukan oleh RT dan RW. “Saya pun sedang menelusurinya untuk dapat kepastian,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.