Dinsos Pemkab Tasik: Sebelum Dikirim, Kualitas Beras Diuji & Bagus

63
0

SINGAPARNA – Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PMD-P2A) Kabupaten Tasikmalaya menyatakan kondisi beras PKH dalam keadaan bagus sebelum didistribusikan kepada penerima.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos PMD-P2A Kabupaten Tasikmalaya Rahmat menjelaskan, bahwa bantuan beras PKH ini memang berasal dari pemerintah pusat atau Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca juga : Status KLB Keracunan Massal Mangkubumi Kota Tasik Dicabut, Ini Kondisinya..

Pemerintah daerah, dalam hal ini memang tidak memiliki kewenangan secara teknis, hanya sebatas koordinasi dengan pusat dan penyedia bantuan beras yakni Bulog, termasuk pendamping PKH.

“Bantuan beras PKH ini diterima masyarakat per tiga bulan itu sebanyak 15 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM) ini,” ujarnya kepada Radar, Selasa (13/10).

Menurut dia, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial sudah banyak menerima laporan dari masyarakat soal bantuan beras PKH ini dan sudah disampaikan kepada Bulog terkait komplain dari masyarakat.

Kata dia, jauh-jauh hari sebelum bantuan beras PKH ini disalurkan kepada masyarakat, ada launching dan uji tanak sesuai permintaan dari Bulog agar kualitasnya terlihat dan ditimbang agar sesuai.

“Pada saat uji tanak atau dipasak memang kualitas beras bagus dan enak. Hadir di dalam launching tersebut perwakilan Dinas Sosial dan koordinator kabupaten (Korkab) PKH Kabupaten Tasik, termasuk Bulog Ciamis dan BGR atau pihak ketiga penyalurnya,” terang dia.

Pada intinya, terang dia, dinas sudah mengecek dan menguji kualitas beras termasuk timbangannya. Diakui memang pada saat pertama kualitas beras bagus.

“Akan tetapi tidak tahu, ketika beras ini disalurkan kepada masyarakat kualitas berasnya bisa berubah,” kata dia.

Menurut dia, ketika pada saat penyaluran kualitas beras tidak bagus sebenarnya bisa diganti oleh Bulog.

Jadi ketika beras tiba di lokasi dicek lagi sebelum diterima masyarakat.

“Khawatir kualitas berasnya tidak bagus, jadi kasihan masyarakat ketika bantuan sudah sampai ke masyarakat, kualitasnya tidak layak konsumsi mau dikemanakan,” tegas dia.

Dia pun mengakui bahwa alasan kualitas beras bantuan PKH yang diterima masyarakat sampai tidak layak konsumsi, belum diketahui di mana titik permasalahannya.

“Saya juga tidak tahu, karena bantuan dari Kemensos untuk penerima bantuan PKH ini berasnya medium bukan premium. Sampai kami juga sudah sampaikan laporan keluhan masyarakat ke Kemensos pada saat monitoring ke Bulog, termasuk kita sudah sampaikan juga ke Bulog,” tambah dia.

Pada intinya, tambah dia, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sudah memastikan dan mengecek proses bantuan beras PKH ini dari awal sampai akhir penyaluran kepada masyarakat.

Baca juga : Pilbup Tasik, Azies Tambah Kekuatan Baru

“Bahkan setiap hari, di setiap penyaluran bantuan kita sudah menempatkan teman-teman dari pendamping PKH untuk mengawasinya. Termasuk setiap seminggu sekali kami kontrol dari dinas,” ungkap dia.

Sementara itu Kepala Dinsos PMD-P2A Kabupaten Tasikmalaya Rony Ahmad Syahroni tidak merespons saat Radar menghubunginya lewat telepon dan pesan WhatsApp soal beras bantuan PKH di Desa/Kecamatan Puspahiang yang tidak layak konsumsi. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.