Dipanggil Satpol PP, Pengusaha Minimarket Siap Tempuh Perizinan, Kuota di Ciamis Habis

29
Ilustrasi/net

CIAMIS – Untuk mengantisipasi gejolak masyarakat terkait toko modern (Minimarket) yang diduga tak memeiliki perizinan, di Lingkungan Pabuaran Jalan Kapten Murod Idrus, Kabupaten Ciamis, Kasi Penyidikan  dan Penyelidikan Satpol PP Kabupaten Ciamis  Bandi  Subroto  SIP, mengaku sudah memanggil pemilik toko.

“Pengusaha yang kami panggil sudah menyadarinya dan akan menempuh proses perizinan dan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya kepada Radar Jumat (4/1) siang.

Bandi mengungkapkan, pengusaha siap menempuh beberapa poin. Pertama, melakukan sosialisasi ulang kepada masyarakat sekitar, guna menjaga kondusifitas.

Baca Juga : Dianggap tak Berizin dan Merugikan, Warga Ancam Tutup Minimarket

Bahkan perizinan kepada dinas terkait akan ditempuh sesui prosedur yang berlaku. “Intinya pengusaha akan menempuh aturan dan sosialisasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Pihak Satpol PP, kata dia, belum melakukan tindakan lebih jauh, karena pengusaha yang telah dipanggil dan ada itikad baik untuk menempuh perizinan.

“Kami persilahkan kepada mereka untuk menempuh prosedur, agar tidak lagi ada pergejolakan di masyarakat. Kami berharap agar pengusaha bisa melalukan yang terbaik bagi masyarakat sekitar,” pintanya.

Baca Juga : Ternyata 10 Minimarket di Ciamis Tak Kantongi Izin Operasional, Dewan Siap Kaji

Ditemui terpisah, Anggota Karang Taruna Sub Unit RW 22 Pabuaran, Tantan Mulyana mempertanyakan atas dasar apa seorang pelaku usaha ingin kembali mengurus perizinan.

“Sudah jelas pelaku itu tidak menempuh prosedur yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah Ciamis,” ungkapnya.

Setahu dirinya, pemilik tanah yang diatas nya berdiri minimarket tersebut merupakan salah satu Pejabat Pamkab Ciamis, dan sudah pasti mengetahui peraturan yang berlaku.

“Kuota minimarket di Kecamatan Ciamis sudah tidak ada. Jikalau ada pembangunan minimarket itu harus berada di jalur Provinsi tidak di jalur kabupaten,” terangnya.

Sampai saat ini, pengusaha toko modern sekaligus pemilik tanahnya belum bersedia komentar, meski sempat dihubungi Radar, mengenai adanya protes dari masyarakat. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.