Diperiksa 17 Jam, Jokdri Belum Ditahan

22
0
Joko Driyono

JAKARTA – Jeruji besi nampaknya ma­sih sulit mengekang Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri), tersangka perusakan barang buk­ti pengaturan skor (match fixing) di Kantor Komisi Disiplin PSSI.

Selama 17 jam, suk­sesor Edi Rahmyadi itu diperiksa oleh Tim Satgas Antimafia Bola sejak Senin (18/2) siang.

Pada Selasa (19/2) sekira pukul 06.53 Jokdri akhirnya keluar dari ruang penyidik di Mapolda Metro Jaya. Meski demikian, Jokdri hanya berkomentar normatif soal pemeriksaannya. “Iya singkat saja ya, terima kasih. Jadi, sejak kemarin jam 10 sampai hari ini Alhamdulillah saya sudah memenuhi panggilan Satgas untuk didengar keterangan saya, sebagaimana surat panggilan Satgas,”ujarnya.

Menurut Jokdri, pihak penyidik bekerja sangat profesional, dan dia pun memberikan apresiasi dengan kerja dari tim penyidik Satgas Antimafia Bola dalam pemeriksaan terhadapnya.

“Saya ucapkan terima kasih atas pelayanan, interaksi dan proses penyidikan yang berlangsung pada hari kemarin, malam hari, dan hingga hari ini. Tentunya akan ada proses lanjutan, mohon doanya agar ini bisa berjalan dengan baik, terima kasih ya,” tandas pria berkacamata tersebut.

Dari hasil penelisikan, Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Jokdri terbukti sengaja menyuruh tiga anak buahnya, yakni sopir pribadi Jokdri Muhammad Mardani Mogot, Office Boy PT Persija Musmuliadi dan Office Boy PSSI Abdul Gofur mengambil barang bukti dari ruangan yang telah terpasang police line.

“Jadi JD menjawab iya (mengakui perbuatan, Red), alasannya memang mengamankan barang tersebut,” kata Argo kepada wartawan, kemarin.

Disinggung penahanan tersangka, Argo mengatakan tersangka belum bisa ditahan karena penyidikan belum selesai. Tersangka baru menyelesaikan 17 dari 32 pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Jadi di dalam rencana penyidikan ada 32 pertanyaan. Namun, setelah berjalannya proses itu baru sampai 17 pertanyaan dan ditutup,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (19/2).

Ini lantaran Jokdri meminta dilanjutkan pada Kamis (21/2) pukul 10.00. “Proses pemeriksaan ditutup dengan 17 pertanyaan itu, sekitar pukul 03.30, karena Pak JD yang menginginkan ditutup sebelum penyidik menyelesaikan rencana 32 pertanyaan yang akan diajukan kepadanya,” tandas Argo. (mhf/fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.