Diperiksa, Caleg Bantah Lakukan Money Politic

73

GARUT KOTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut memeriksa N, calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Garut. Dia diduga melakukan money politic (politik uang) saat masa tenang.

Dalam pemeriksaan selama dua jam itu, dia dicecar 11 pertanyaan oleh komisioner Bawaslu bidang penindakan. “Pertanyaannya seputar itu saja (dugaan politik uang), tidak melebar ke yang lain,” ujar Komisioner Bawaslu Garut Ahmad Nurul Syahid kepada wartawan di kantornya Senin (22/4).

Meski sudah melakukan pemeriksaan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lengkap. Sebab prosesnya masih panjang. “Ini hanya klarifikasi saja dari terlapor, prosesnya masih panjang. Belum bisa menyimpulkan,” katanya.

Ahmad menuturkan dalam pemeriksaan itu pihaknya memanggil dua terlapor, yakni caleg dan satu lagi yang diduga membagikan amplop berisi uang pada saat masa tenang Pemilu. “Terlapor yang satunya lagi namanya D, dia yang membagikan uangnya,” katanya.

Selain memanggil dua terlapor, pihaknya juga akan memanggil saksi lain untuk memperjelas perkara yang ditanganinya. “Kami juga diperkuat dengan alat bukti lain, yakni empat amplop berisi uang dan kartu nama caleg tersebut,” paparnya.

Ahmad menambahkan dalam perkara politik uang, saat ini pihaknya juga sedang menyelidiki kasus politik uang di Kecamatan Garut Kota dan Cihurip. “Ada tiga kasus politik uang yang kami tangani ini. Semua barang buktinya ada berupa amplop berisi uang dan bukti lainnya,” katanya.

Dia berjanji akan menuntaskan perkara politik uang ini dalam waktu dekat. “Minggu-minggu ini semuanya sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, N membantah telah membagikan uang kepada masyarakat di daerah pemilihan (dapil)-nya dengan bentuk amplop berisi uang disertai kartu nama. “Saya tidak pernah (membagikan uang). Nggak ada itu,” ucapnya usai menjalani pemeriksaan di Kantor Bawaslu Garut kemarin. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.