Bappeda Banjar Akan Dalami Permasalahan Perizinan Minimarket

Agus: Sistem Perizinan IUTM Amburadul

171
KOORDINASI. Plt Kepala Bappeda Kota Banjar Agus Nugraha (kanan) melakukan koordinasi membahas pengajuan IUTM Kamis (17/5). (Cecep herdi / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Plt Kepala Bappeda Kota Banjar Agus Nugraha mengaku heran dengan pengurusan Izin Usaha Toko Modern (IUTM) atau minimarket di Kota Banjar.

Tak hanya dengan pengurusan izin, dia juga kesal dengan ulah investor yang tak sabar membuka usahanya, padahal izin belum diterbitkan.

“Kita dipusingkan dengan itu. Investor memiliki izin toko kelontongan kenapa menjadi ritel waralaba usahanya. Kami harus koordinasi dengan siapa sih, pelayanan satu pintu datanya tidak jelas ke kita,” kata dia di ruang kerjanya Kamis (17/5).

Terkait adanya ajuan IUTM, Agus mengaku saat ini dirinya tak mengetahui titik permasalahan belum dikeluarkannya izin minimarket oleh DPMPTSP Kota Banjar.

Dirinya akan mengumpulkan keterangan dari bidang terkait untuk mendalami permasalahan IUTM. Apakah sudah dirapatkan oleh BKPRD atau belum terkait pengajuan dari sepuluh investor waralaba ini.

“Nanti saya telusuri lagi ke kabid. Apakah yang sepuluh ini sudah dibahas dan dirapatkan oleh tim teknis, karena jika sudah harus ada berita acaranya. Harus ada notulensinya. Hasilnya bagaimana. Harus ada laporannya,” kata dia.

Sebab, kata dia, apapun hasil dari rapat BKPRD, hasilnya tetap akan keluar surat rekomendasi ke DPMPTSP Kota Banjar.

“Rekomendasi satu hari harus selesai. Meskipun ada persyaratan yang kurang atau ada penolakan atas pengajuan IUTM itu dari dinas teknis, tetap kita keluarkan rekomendasinya dengan catatan, misalnya syarat amdal lalinnya belum terpenuhi,” katanya.

Kepala DPMPTSP Kota Banjar Sony Horison berjanji akan secepatnya memproses pengajuan IUTM. Ia menjelaskan ada salah satu pengajuan IUTM yang memang belum dirapatkan di BKPRD karena yang diajukan bukan untuk pengurusan IUTM, melainkan izin kelontongan.

“Di perizinan sebetulnya tidak akan lama jika semua persyaratan telah dipenuhi oleh pihak pengaju dan selama rekomendasi dari dinas teknis sudah beres. Kami hanya selaku operator penerbitan izin,” katanya. Ia mengaku terus memantau semua usulan rekomendasi.

“Ke BKPRD sudah dikirim 2016. Kita akan selesaikan secepatnya,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.