Direhab karena Kecanduan Game Online

290
istimewa MEREHABILITASI MENTAL. Pimpinan Umum Pondok Pesantren Nurul Firdaus Kecamatan Panumbangan Dr Gumilar SPd, MM, CH, CHt, pNNLP (kanan) saat memotivasi pemuda yang kecanduan game online.

CIAMIS – Delapan belas pemuda menjalani rehabilitasi akibat kecanduan game dan judi online. Mereka menjalani rehabilitasi psikologis di Pondok Pesantren Nurul Firdaus. Pesantren tersebut beralamat di Dusun Panoongan RT 19/06 Desa Kertaraharja Kecamatan Panumbangan.

Pimpinan Umum Pondok Pesantren Nurul Firdaus Dr Gumilar SPd, MM, CH, CHt, pNNLP menjelaskan belasan anak muda yang menjalani rehabilitasi itu datang dari Ciamis dan luar Ciamis. Usia mereka beragam. Korban kecanduan game online berusia 13-26 tahun. Sedangkan maniak judi online berusia 26-45 tahun.

“Sebagian besar yang direhabilitasi akibat dari kecanduan game jenis Mobile Legends, DOTA, PUBG dan game lainnya serta judi online,” ujar Gumilar saat dihubungi Radar Rabu siang (24/4).

Mereka menjalani rehabilitasi sudah empat bulan terakhir. Akibat kecanduan game, anak-anak muda itu mengalami agresi, delusi, halusinasi, asosial, mengurung diri di kamar, gangguan fokus, kelainan pada mata, putus sekolah, bermain game lebih dari lima jam per hari, berbohong, mencuri dari hal kecil sampai hal yang besar, gelisah, sulit tidur dan lainnya. “Itu diantaranya ciri-ciri yang kecanduan game, medsos dan judi online,” ujarnya membeberkan.

Kecanduan main game, medsos dan judi online, kata Gumilar, akan sangat merugikan kesehatan jiwa dari sisi fisiologis dan psikologis. Itu jika terlalu berlebihan memainkannya.

“Hanya sebagian kecil yang sukses menjadi gamers menghasilkan keuntungan ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ujar Gumilar.

Orang tua, kata Gumilar, harus mengetahui tanda-tanda dan efek anak kecanduan game. Yaitu, ketika bermain game secara berlebihan menyebabkan kesehatan mata menjadi terganggu. Itu karena radiasi dari HP atau komputer. Berikutnya, kesehatan menurun dan malas. Biasanya sering telat makan, sering telat tidur dan telat-telat yang lain. Hal ini akan membuat daya tahan tubuh menjadi menurun. Apalagi orang tersebut jarang olahraga dan jarang mandi.

Kecanduan game juga membuat manusia menjadi malas, karena waktu-waktu dihabiskan untuk main game. Yang tak kalah mengkhawatirkan yaitu akan menimbulkan depresi dan stres. “Contoh dari hal ini adalah akibat dari kecanduan dan persaingan membuat para gamers menjadi gengsi kalah dan ketika kalah hal tersebut akan membuat kecewa, nah.. hal yang bisa membuat depresi dan stres apabila berturut-turut kalah dan dikucilkan. Gamers tersebut akan mengalami down dan berakibat terganggunya psikologi,” kata dia membeberkan.

Efek lainnya yaitu anak menjadi agresif. Perasaannya mudah terpancing. Emosian.

“Ini berdasarkan survei yang dilakukan terhadap gamers, seseorang akan sering marah dan agresif setelah ia kecanduan game. Apalagi jika ia diganggu ketika bermain game,” tuturnya.

Efek berikutnya yaitu kerugian uang. Karena kebanyakan anak muda yang kecanduan game mengganggu kelancaran finansial. Mereka harus membeli kuota dan sebagainya. Walaupun memang ada juga yang sukses mendapatkan uang dari bermain game online.

Apalagi yang kecanduan judi online. Sepengetahuannya, ada yang rela menghabiskan tabungan demi berjudi online.

“Makanya kami imbau hindari keluarga kita kecanduan game, medsos dan judi online,” kata dia mengimbau.

Untuk mengatasi fenomena tersebut, Gumilar mengimbau para orang tua melakukan pembatasan terhadap anak saat menggunakan internet, gunakan HP seperlunya HP dan mengawasi anak saat menggunakan internet.

“Sebagian besar korban kacanduan game mengarah kepada gangguan kejiwaan seperti: Anxiety Depression, Bipolar, Schizophrenia, ADD, ADHD dan yang lainnya. Game seperti Mobile Legends, PUBG, DOTA dan yang populer lainnya saat ini menjadi penyebab utama gangguan kejiwaan kronis,” tuturnya. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.