Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.8%

20.5%

8.5%

66.2%

Dirjen PKH Dorong Industri Kulit di Garut untuk Ekspor

67
0
Istimewa KUNJUNGI. Kepala Seksi non Pangan Dirjen PKH Tika Kartika saat melakukan kunjungan kerja ke industri pengolahan kulit di PT Garut Makmur Perkasa (GMP) Jalan Sudirman (Sukaregang) Kecamatan Garut Kota Kamis (16/7).

GARUT KOTA – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) siap mendorong industri kulit di Kabupaten Garut untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing dan promosi, sehingga menembus ekspor atau pasar dunia.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi non Pangan Dirjen PKH Tika Kartika saat mengunjungi industri kulit di wilayah Sukaregang Kecamatan Garut Kota, Kamis (16/7).

Baca juga : Kasihan, Pegawai PT Condong Garut 4 Bulan tak Gajian

Tika menyampaikan, untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing produk olahan hasil peternakan, maka beberapa pelaku industri kulit di Garut perlu menyesuaikan tuntutan kualitas standar produk, edukasi dan promosi, terutama jika produk tersebut akan diekspor.

“Jadi perlu adanya edukasi dan promosi kepada stakeholders terkait dan masyarakat umum dalam meningkatkan kualitas produksi hasil peternakan seperti kulit ini,” ujarnya.

Ke depannya, kata dia, pihaknya berinisiatif untuk melakukan produksi dan promosi terkait produk-produk olahan peternakan melalui penyebarluasan video pengolahan hasil peternakan.

Dengan kegiatan promosi ini diharapkan dapat lebih meningkatkan perhatian masyarakat terhadap keunggulan produk lokal dan meningkatkan peluang ekspor komoditas peternakan Indonesia.

Sementara itu, Vice CEO PT Garut Makmur Perkasa (GMP) Indrawan mengatakan, pengusaha kulit di Kabupaten Garut mengaku optimis jika pengolahan hasil ternak atau olahan kulit yang sudah eksis di Kabupaten Garut bisa lebih diterima pasar global (ekspor).

Oleh karena itu, pengusaha yang bergerak di industri kulit berharap pemerintah pusat bisa melihat perkembangan usaha penyamakan kulit sebagai bagian dari potensi produk olahan hasil peternakan yang bisa menjadi bagian penopang ketahanan ekonomi rakyat.

“Seperti kita tahu bahwa industri kulit di Indonesia itu merupakan industri raksasa yang dulu pernah berjaya pada zamannya dan makin hari makin turun. Kita harus bangkit kembali, kita harus ekspor barang jadi ataupun barang dari kulit seperti tas, sepatu, jaket dan lainnya itu yang harus kita dorong,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Untuk itu, kata Indra, pemerintah memiliki peranan penting untuk memfasilitasi pengembangan industri kulit, termasuk industri kulit di Kabupaten Garut.

Baca juga : Kader PDIP & FokopimcamKarangpawitan Garut Perbaiki Gubuk Mirip Kandang Hewan Milik Janda Tua Sebatang Kara

Menurutnya, potensi usaha kulit memiliki peluang sangat lebar, baik untuk pasar lokal maupun mancanegara. Untuk itu, pemerintah perlu mendorong pengembangan usaha lokal yang memiliki potensi untuk diterima ekspor.

“Sehingga saya pun berharap kepada pemerintah. Pemerintah seharusnya membantu apa yang dibutuhkan pada UKM di daerah, termasuk pelaku UKM yang bergerak di industri kulit. Di antaranya, membuat pembuangan ruang akhir limbah dan pengolahan limbah untuk masyarakat UKM, memang biaya tinggi kalau difasilitasi pemerintah akan banyak pengusaha menjalankan produksi pada industri kulit tanpa melanggar aturan, selain itu perlu juga dorongan dalam hal pemasaran,” pungkasnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.