Disabilitas dan Lansia Usulkan Diskon Masuk Area Wisata di Pangandaran

52
0
RAMAI. Pantai Pangandaran mulai ramai dikunjungi wisatawan. Saat ini para pelaku wisata menjalani tes swab untuk memutus rantai Covid-19.
RAMAI. Pantai Pangandaran mulai ramai dikunjungi wisatawan. Saat ini para pelaku wisata menjalani tes swab untuk memutus rantai Covid-19.

PANGANDARAN – Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia Kabupaten Pangandaran mengusulkan kepada Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata untuk memberi potongan masuk objek wisata.

Koordinator Aliansi Perempuan Disablitas dan Lansia Kabupaten Pangandaran Sri Agustini mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat usulan kepada bupati untuk memberikan diskon atau potongan harga bagi kaum disabilitas dan lansia ketika masuk objek wisata.

“Ya harapannya minimal ada diskon 20 persen bagi kami. Walaupun saya bukan asli warga Pangandaran, tapi saya mewakili rekan-rekan yang masuk di aliansi disabilitas agar setiap masuk ke objek wisata bisa dapat diskon,” ujarnya kepada Radar, Rabu (29/7).

Baca juga : Pelaku Wisata di Pangandaran di-Swab Test

Menurutnya, para penyandang disabilitas dan lansia juga harus mendapat perhatian lebih dari Pemkab Pangandaran, salah satunya dengan memberikan diskon untuk menikmati objek wisata.

“Dengan keterbatasan yang dimiliki mereka juga berhak mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah, ya salah satu caranya bisa dengan diskon objek wisata,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, penyandang disabilitas dan lansia yang sudah masuk dan tercatat dalam organisasi mencapai 100 lebih. “Bahkan aliansi ini tidak hanya mencakup di sini saja tetapi juga di luar daerah,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata meminta kepada dinas terkait untuk mengupayakan diskon 100 persen masuk ke objek wisata bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia. “Iya kirim surat usulannya ke saya terkait diskon masuk objek wisata,” katanya.

Jeje mengatakan pihaknya juga akan berupaya untuk memikirkan nasib mereka ke depannya dan tidak hanya persoalan masuk objek wisata saja. “Kita juga akan memikirkan disabilitas yang setelah lulus sekolah nanti harus bagaimana dan masa depannya,” katanya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.