Menjadi Tim Reaksi Cepat BPBD Ciamis

Disabilitas Menjadi Duta Kemanusiaan

87
0
INSPIRATOR. Ketua Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Disabilitas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Dodo Zakaria (42) usai wawancara Rabu (3/12). Dodo menjadi duta kemanusiaan.

CIAMIS – Keterbatasan fisik bukan menjadi halangan untuk maju dan berdaya. Hal itu dibuktikan Ketua Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Disabilitas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Dodo Zakaria (42).

Dodo yang mengalami keterbatasan fisik. Kaki kanannya diamputasi setelah mengalami kecelakaan di Pamanukan Kabupaten Subang 1995.

Dia mengenang. Saat itu, dia menjadi sopir bus Setia Negara, mobilnya mengalami kecelakaan. “Sehingga kaki kanan saya hancur dan harus di amputasi, hingga alami vakum satu tahun akibat kecelakaan tersebut,” ujar Dodo, bapak anak ini Rabu (4/12) di kantor BPBD Ciamis.

Dodo, yang kini tinggal di Lingkungan Desa RT 2/2 Kelurahan Benteng Kecamatan/Kabupaten Ciamis ini mengaku patah semangat setelah kakinya diamputasi. Namun dia mulai bangkit sedikit-sedikit.

Dia aktif dalam misi kemanusiaan membantu korban tsunami Aceh 2004. Saat itu, dia direkrut oleh LSM luar negeri untuk misi kemanusiaan bersama ASB dan International Organization for Migration (IOM).

Pada 2016, saat BPBD Kabupaten Ciamis terbentuk, dia dimasukan sebagai perwakilan Ketua Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Disabilitas. “Bahkan saya bangga dalam misi kemanusiaan ini di mana aktif sebagai Tim Unit Reaksi Cepat di BPBD Ciamis,” paparnya.

Loading...

Dodo mengaku keterlibatannya di BPBD membawa motivasi untuk teman-temannya sesama disabilitas. Mereka merasa mempunyai tanggung jawab mengikuti jejak dirinya.

“Harapan mereka disabilitas kepada saya bisa berjaya berguna bangsa dan negara,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada teman-temannya sesama disabilitas jangan takut dan ragu dengan keterbatasan, karena keterbatasan bukan menjadi alasan untuk tidak maju. “Karena tujuan kita bisa berdaya, berguna untuk agama dan negara. Penyandang disabilitas apapun bisa. Yang penting ada kemauan, punya itikad baik dan niatan lillahi ta’ala dalam mengerjakan satu apapun bisa maju,” ucapnya.

Dodo yang terus semangat akan mengikuti seleksi SAR nasional di Jakarta Januari 2020. Dia mewakili teman-teman disabilitas di Indonesia nanti Januari 2020. “Jadi saya mengajak kepada semua disabilitas untuk berkarya maju dan tidak patah semangat,” ujarnya.

Berkat semangat dan tidak pernah menyerah, Dodo pada 2016 berangkat ke Vietnam mewakili disabilitas Indonesia. Dia juga ke Thailand, Singapura, Vietnam, Filipina, Jepang, Amerika dan Kuba sebagai duta penye­lamatan dari dis­abilitas.

“Saya menjadi misi kema­nu­siaan disa­bilitas,” tutur Ke­tua Per­sa­tu­an Penyan­dang Disa­bi­­litas In­donesia (PPDI) Kabu­paten Ciamis ini. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.