Disabilitas Perlu Perhatian, Bukan Dikasihani

59
0
KOMUNIKASI. Wali kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih berkomunikasi dengan salah seorang penyandang disabilitas menggunakan bahasa isyarat Kamis (5/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
KOMUNIKASI. Wali kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih berkomunikasi dengan salah seorang penyandang disabilitas menggunakan bahasa isyarat Kamis (5/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar akan menambah bantuan bagi penyandang disabilitas pada tahun depan. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih.

“Ya sekarang kan sudah diketok anggarannya, nanti diajukan pada anggaran perubahan (2020, Red),” ujarnya kepada para penyandang disabilitas di Gor Kelurahan Banjar saat peringatan Hari Disabilitas Internasional Kamis (5/12).

Selain itu, pemkot juga akan memberikan fasilitas BPJS Kesehatan bagi semua penyandang disabilitas di Kota Banjar. Menurut dia, itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap penyandang disabilitas.

Wali kota menambahkan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga lainnya. “Kita ingin meningkatkan sumber daya manusia dari penyandang disabilitas dan berharap mereka bisa menyalurkan bakatnya,” ujarnya.

Kepala DinsosP3A Kota Banjar Asep Tatang Iskandar mengatakan besaran bantuan saat ini sebesar Rp 100.000 per orang per bulan yang diperuntukkan bagi 139 penyandang disabilitas.

“Ya sekarang masih 139 orang yang diakomodir, tapi tadi ibu (wali kota, Red) minta ditambah. Kalau semua penyandang disabilitas ada sekitar 700 orang,” ujarnya.

Ketua I Bidang Organisasi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Jawa Barat Adi Fahrozi berharap perhatian terhadap penyandang disabilitas harus lebih ditingkatkan.

“Kita (penyandang disabilitas, Red) tidak perlu dikasihani, tapi perlu diperhatikan,” tuturnya.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjar Nasirun mengakui perhatian pemkot sudah dirasakan penyandang disabilitas, namun dari sisi sarana prasarana ramah disabilitas belum maksimal. “Tapi melihat keinginan wali kota sudah ada, hanya belum maksimal,” ujarnya.

Menurut dia, sarana prasarana yang ada saat ini dirasakan belum bermanfaat karena berbentuk bangunan, tempat dan fungsinya tidak sesuai apa yang diharapkan. Dia mencontohkan jalur khusus bagi tuna netra yang kurang maksimal.

“Karena ada jalur yang bertabrak dengan tiang listrik atau pohon. “Itu contoh kecil saja, kalau dibangun seperti itu yang ada akan menambah penderitaan penyandang disabilitas. Coba kalau kita dilibatkan, tidak akan seperti itu hasilnya,” kata dia. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.