Disdik Akan Beri Penghargaan Anumerta

45
0

PANGATIKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut akan memberi penghargaan kepada Yusuf, Wakil Kepala SMPN 2 Pangatikan yang meninggal dunia saat mengisi e-Rapor. Penghargaan diberikan karena Yusuf telah berdedikasi menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik.

“Kami akan beri penghargaan anumerta kepada almarhum. Akan diberi kenaikan pangkat satu tingkat. Dari golongan IV A menjadi IV B,” ucap Kadisdik Garut Totong ditemui di SMPN 1 Sukawening Selasa (17/12).

Totong mengaku akan segera mengajukan pemberian penghargaan kepada bupati dan wakil bupati Garut. Pihaknya sangat kehilangan sosok Yusuf yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. “Prinsipnya melihat figur guru yang sangat teladan. Almarhum sosok guru yang patut digugu dan ditiru,” katanya.

Meski sedang sakit, Yusuf masih bersedia datang ke sekolah mengisi e-Rapor. Sosok Yusuf, diakui Totong menjadi inspirasi bagi guru lain. “Selain aktif di dunia pendidikan, almarhum juga tokoh masyarakat di kampungnya. Dia aktif di DKM dan pertanian,” ujarnya.

Totong menyebut e-Rapor memang baru pertama kali diterapkan. Masih banyak yang kesulitan mengisinya sehingga memerlukan waktu yang cukup lama.


Hal senada dikatakan Kepala SMPN 2 Pangatikan Juhanda.

Menurut dia, sosok Yusuf patut diberi penghargaan. Itu karena dedikasinya dalam dunia pendidikan sangat besar.

Seperti pada saat mengisi e-Rapor. Sebetulnya, kata dia, almarhum sudah sakit dan meminta izin tak ke sekolah. Pada Minggu malam, ia dihubungi Yusuf yang memberi kabar akan ke sekolah pada hari Senin untuk mengisi e-Rapor. “Sudah empat hari nggak ke sekolah. Minggu malam telepon, katanya siap ke sekolah hari Senin. Soalnya harus cepat diisi e-Rapor-nya,” ucapnya.

Menurut dia, saat mengisi e-Rapor, almarhum didampingi operator. Saat meninggal, dia berada di gendongan operator sekolah. “Almarhum juga yang merintis SMPN 2 Pangatikan. Sempat jadi Plt kepala sekolah juga, meninggalnya juga di ruang kepala sekolah,” katanya.

Juhanda mengaku sangat kehilangan sosok Yusuf. Ia menyebut Yusuf sebagai guru teladan. Yusuf pun menolak saat diberi kesempatan menjadi kepala sekolah. “Dia nggak mau jadi kepala sekolah. Katanya sudah tua dan mau mengabdi di SMPN 2 Pangatikan,” ucapnya.

Juhanda menambahkan Yusuf menderita penyakit asam lambung. Saat mengisi e-Rapor, penyakitnya kambuh hingga akhirnya meninggal dunia saat bertugas. “Dia meninggalkan seorang istri dan empat anak. Yang bungsunya masih sekolah,” katanya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.