Plt Kadisdik Ragukan Kebenaran Grup Gay Siswa SMP/SMA

Disdik Akan Kumpulkan Kepala SMP

6

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut masih meragukan kebenaran grup facebook gay yang beranggotakan siswa SMP dan SMA di Garut.

Itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Burda Ali Junjunan kepada wartawan di kantornya Selasa (9/10)

“Kemunculan grup ini (gay garut) masih jadi pertanyaan kami. Apakah sudah teruji kebenarannya atau tidak,” ujar dia.

Dia meragukan kebenaran grup itu karena belum menerima laporan, baik dari para kepala sekolah ataupun orang tua murid yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Meski begitu, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menganggap grup facebook gay Garut sebagai fenomena luar biasa di lingkungan pendidikan. Untuk itu, pihaknya akan segera mengambil langkah cepat menyikapi masalah itu.

“Keberadaan LGBT (lesbi, gay, biseksual dan transgender) tak boleh dibiarkan karena bisa menjadi fenomena gunung es. Jika tak cepat ditangani, LGBT akan jadi gejala yang merebak dan menular,” terangnya.

Karena itu, pihaknya berencana mengumpulkan seluruh kepala SMP di Kabupaten Garut untuk melakukan deklarasi penolakan LGBT.

“Kami juga akan undang orang tua untuk sosialisasikan masalah ini,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut KH Sirodjul Munir menuturkan aktivitas gay sangat membahayakan. Terlebih komunitas tersebut melibatkan anak di bawah umur.

“Di sisi lain Garut daerah agamis, daerah santri. Maka harus segera ditangani secara maksimal oleh semua pihak, termasuk MUI,” paparnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut membentuk tim khusus dalam menangani kasus tersebut. Apalagi slogan bupati dan wakil bupati saat dilantik tahun depan adalah Garut Bertaqwa.

“Langkah konkret nanti kami akan terjun ke lapangan. Investigasi lokasi mana saja yang dijadikan tempat mereka,” ujarnya. (yna)

loading...