Disdik Ciamis Minta Sekolah Beri Transportasi dari BOS untuk Guling Honorer

68
0

CIAMIS – Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis meminta sekolah memberikan biaya transportasi bagi guru keliling ke rumah-rumah siswa untuk kegiatan belajar mengajar dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Karena dasar hukumnya jelas dari Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020.

Baca juga : Brimob Diturunkan Ikut Pengamanan Pilkades Serentak di Ciamis

Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis Asep Saeful Rahmat mengatakan, bahwa untuk guru yang mengajar dalam sistem guru keliling harus ada biaya transportasi dari dana BOS di sekolah.

“Ya sekolah harus memberikannya, karena itu sudah jelas diatur dalam permendikbud. Kemudian sekolah juga harusnya ada rasa kemanusiaan, apalagi kepada honorer,” ujarnya kepada Radar, Senin (10/8).

Asep mengatakan, Dinas Pendidikan sudah memberikan surat imbauan resmi agar memperhatikan yang namanya BBM untuk honorer di masa pandemi seperti ini.

“Kasihan lah, karena honorer ini gajinya kecil. Apalagi sekarang harus keliling mengajar ke rumah orang tua siswa yang jelas membutuhkan biaya lebih. Makanya kami imbau setiap sekolah harus memperhatikan gurunya tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Guru Honorer SDN 3 Sadanya Tata Nugraha mengaku dirinya mengeluhkan hal ini karena sudah tidak ada tunjangan fungsional dari pemerintah.

“Kalau dulu, tiga tahun ke belakang ada guru yang mengajar sampai 24 jam ada tunjangan fungsional, walaupun cairnya saat itu enam bulan sekali nominalnya kalau tidak salah Rp 250.000,” ujarnya, menjelaskan.

Menyikapi pernyataan Dinas Pendidikan soal transportasi dari dana BOS, kata dia, setiap sekolah beda-beda kebijakan, makanya diharapkan adanya fungsional lagi tambahan dari pemerintah.

“Jujur sekali lagi kalau saya tidak dapat BBM dari dan BOS,” ucapnya.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Ciamis Yogi Permadi mengatakan, persoalan ini harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk persoalan guru keliling yang tidak diberikan biaya transportasi.

Baca juga : Kreatif, Warga Langkapsari Ciamis Bikin Pot Bunga dari Limbah Hebel

“Kasihan lah, mereka sudah bekerja keliling mengajar. Jangan-jangan semua sekolah tidak memberikan insentif atau transportasi kepada guru yang mengajar keliling,” ujarnya.

“Maka dari itu harus ada pengecekan dari Dinas Pendidikan, sehingga bisa dipastikan guru honorer ini mendapatkan bantuan transportasi tidak. Memang uangnya kecil, tapi bagi honorer jelas sangat berarti sekali ketika digunakan mengajar anak-anak ke rumahnya,” katanya, menambahkan. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.