Disdik Ciamis Rancang PPDB Daring

228
0
DAFTAR. Panitia PPDB SMPN 8 Ciamis mendata pendaftar menggunakan sistem manual Jumat (5/7). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP Se- Kabupaten Ciamis sudah berlangsung sejak awal Juli sampai Senin (8/7).

Panitia masih menggunakan tiga jalur pendaftaran dan masih menggunakan sistem luar jaringan (luring) atau manual. Ke depan, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis akan menggunakan sistem daring atau online.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Dr H Andang Firman MT menyatakan pendaftaran PPDB 2019 menggunakan tiga jalur: zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua (mutasi). Itu sesuai ketentuan pemerintah.

Di Ciamis, PPDB tingkat SMP dibagi delapan sub-zona. Mereka melaksanakan penerimaan peserta didik baru untuk 123 SMP negeri dan swasta. Rinciannya, 76 sekolah negeri dan sisanya swasta.

“PPDB sekarang belum menggunakan online (daring, Red), baik SMP dan SD. Masih datang langsung ke sekolah dalam mendaftarkan, nanti yang menentukan dari panitia operator untuk menilai titik koordinat jika pakai jalur zonasi atau bisa dengan jalur prestasi dan mutasi,” ujar Andang Firman Jumat (5/7) di kantornya.

Dia tidak memungkiri bahwa penggunaan sistem daring dalam PPDB akan menjadikan penerimaan siswa baru akan semakin transparan. Karena PPDB bisa disaksikan bersama.

“Jadi, masyarakat bisa tahu siapa yang diterima dan siapa yang tidak karena pengumuman bisa dilihat di website resmi milik sekolah,” bebernya.

Namun begitu, penggunaan sistem manual saat PPDB di Kabupaten Ciamis, kata Andang, tetap transparan. Karena, peserta siswa baru yang mendaftar ke sekolah bisa mendapatkan informasi soal jumlah kuota dari panitia.

“Ketika penuh, (sekolah, Red) mengalihkan ke tempat terdekat, maksimal jaraknya 5 kilometer dari sekolah ke rumah (garis koordinat, Red),” ujar dia.

Terpisah, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan Ketua Panitia PPDB SMPN 2 Ciamis Aas Rudiasih SPd menjelaskan pihaknya tahun ini melaksanakan PPDB 2019 dengan cara manual.

Ketika siswa mendaftar menggunakan jalur zonasi, mereka harus melihatkan kartu keluarga (KK) asli agar pihak sekolah bisa menentukan garis koordinatnya.

“PPDB ini masih menggunakan manual yang sesuai dengan peraturan yang ada. Ketika ada peraturan untuk menggunakan online dan ada fasilitas mengikuti PPDB online, ke depannya (kami) siap. Karena aturan pasti dilaksanakan dan instruksinya dilaksanakan” katanya. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.