Disdik Garut Belum Bisa Prediksi Kapan KBM Tatap Muka Dimulai

102
0
Totong Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut belum bisa memberikan kepastian kapan dilaksanakannya sekolah tatap muka untuk seluruh tingkatan sekolah.

Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan izin kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

“Kami belum bisa menentukan kapan dilaksanakan (sekolah tatap muka), karena tren kasus Covid-19 di Garut masih tinggi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut H Totong kepada wartawan, Senin (23/11).

Totong mengaku belum berani membuka sekolah tatap muka karena ditakutkan akan adanya klaster baru dari sekolah. “Pembukaan sekolah tatap muka ini perlu ada pertimbangan yang matang. Jadi tidak sembarangan,” katanya.

Totong mengatakan jika sekolah tatap muka di Garut dibuka, maka ada 600 ribu siswa yang akan masuk sekolah. Jika satu persennya terpapar, maka ada 6 ribu orang terkena Covid-19. “Makanya kami masih dipertimbangkan, kapan sekolah tatap muka ini dilaksanakan,” katanya.

Loading...

Totong menambahkan bupati telah meminta agar sekolah tatap muka dibuka setelah ada vaksin virus corona. Minimal dengan pemberian vaksin bisa menjaga imunitas tubuh.

“Kami cenderung menunggu (sekolah tatap muka) setelah adanya vaksin. Kalau Januari sudah ada vaksin, tak apa-apa sekolah dimulai,” ucapnya.

Baca juga : Kasus Positif Covid-19 & Pasien Sembuh di Garut Meningkat

Ia menjamin sekolah bisa melakukan sterilisasi. Namun yang jadi masalah, para siswa bisa saja terpapar virus saat akan berangkat sekolah. Mereka harus menggunakan angkutan umum dan berkerumun.

“Ketika anak berangkat ke sekolah naik angkot, berkurumun tidak tahu latar belakangnya dari mana, itu yang dikhawatirkan muncul klaster sekolah,” katanya.

Totong tak menentang kebijakan yang dibuat Kemendikbud untuk membuka sekolah. Namun yang diutamakan pihaknya saat ini ada kesehatan dan keselamatan siswa, guru dan orang tua.

“Prioritas utama kalau sudah ada vaksin baru akan dibuka. Kalau SMA/SMK atau perguruan tinggi mau dibuka silakan. Beda sama anak SD dan SMP yang harus dibimbing guru agar patuh ke protokol kesehatan. Makanya belum berani untuk buka sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Uniga Abdusy Syakur Amin menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka yang boleh dilakukan mulai Januari 2021. Keputusan dari Pemkab Garut jadi kunci untuk memulai perkuliahan langsung di tahun depan.

“Tentu kami sudah rindu dengan perkuliahan tatap muka ini. Cuma semuanya bergantung kepada Pemkab Garut,” katanya.

Sambil menunggu izin dari Pemkab Garut, pihaknya mulai menyiapkan teknis pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Perizinan dari orang tua juga dibutuhkan untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka.

“Kami mulai menyiapkan teknis pembelajarannya seperti apa. Pasti akan berbeda dengan waktu sebelum pandemi ini. Perlu penyesuaian terutama soal protokol kesehatannya,” ujarnya.

Syakur menambahkan akan melakukan survei ke mahasiswa dan dosen soal rencana perkuliahan tatap muka. Pasalnya pihak kampus tak bisa membuat keputusan sepihak dalam melaksanakan tatap muka. “Harus ada kesepakatan semuanya dari dosen, mahasiswa. Nanti dimatangkan dulu teknisnya juga,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.