Disdik Garut Masih Nyari Solusi Dana untuk Bayar Honor Guru Bantu

56
0
H Totong Kepala Dinas Pendidikan Garut

DINAS Pendidikan Kabupaten Garut terus mencari solusi untuk menyelesaikan tunggakan honor terhadap guru bantu (GB). Seperti diketahui, guru bantu belum mendapat honor selama 11 bulan.

“Kita akan bahas permasalahan ini dengan Disdik Provinsi Jawa Barat mengenai honor garu bantu yang belum dibayar untuk mencari solusinya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut H Totong kepada wartawan, Kamis (12/11).

Saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Pemprov Jabar terkait honor guru bantu yang belum dibayar selama 11 bulan. Berbagai permasalahan yang diutarakan guru bantu juga sudah disampaikan ke provinsi.

“Sudah kami sampaikan terutama ke Bappeda provinsi. Usulan dan penguatan dari bupati sudah kami sampaikan juga untuk penyelesaian guru bantu ini,” katanya.

Baca juga : Wabah Corona Meningkat, Warga Garut Diminta Tetap Disiplin Terapkan Prokes

Penganggaran honor guru bantu untuk tahun ini dipastikan sudah tak bisa dilakukan. Meski begitu, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk honor guru bantu di tahun 2021.

“Jadi tahun depan kami usulkannya dua kali lipat. Kalau tahun sekarang kan (anggaran) sudah final. Penyelesaiannya bisa dilakukan di 2021,” ucapnya.

Menurut dia, pengusulan anggaran sudah dilakukan. Tinggal bagaimana mendorong agar anggaran tersebut bisa muncul di APBD provinsi. Pihaknya optimistis semua honor guru bantu bisa diselesaikan di 2021.

Terkait nasib para guru bantu di tahun ini dengan tak dibayarnya honor, Totong menyebut tak bisa berbuat banyak. Dana talang pun tak bisa diberikan karena ada regulasi untuk penganggaran. “Harus sesuai regulasi untuk penganggaran itu. Sudah kami usulkan ke Bankeu (bantuan keuangan) provinsi, diharapkan ada solusi-solusi,” ujarnya.

Artinya para guru bantu harus kembali bersabar dengan menunggu pembayaran honor hingga tahun depan. Itu pun jika usulan anggaran sudah dimasukan ke dalam APBD murni 2021.

“Bagaiamana sekarang dorong sama-sama. Pemkab Garut akan berupaya. Tujuan kami ini, selesai untuk guru bantu itu pasti kami lakukan. Yang jadi persyaratan apapun dari provinsi kami akan ikuti. Konteksnya melayani teman-teman guru bantu,” katanya.

Totong akan berusaha maksimal agar honor guru bantu ini bisa segera diterima. Ia pun mengharapkan dukungan dari organisasi profesi dan anggota dewan daerah pemilihan Garut agar nasib guru bantu bisa segera terselesaikan.

Terpisah, Sekretaris Disdik Garut Ade Manadin menyebut permasalahan ini akan terus dibahas terutama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Saat ini, pihaknya masih belum bisa melakukan pertemuan dengan Disdik Jabar. Hal itu karena masih banyak agenda, sehingga belum bisa bertemu.

“Rencana kemarin (Rabu), tetapi Disdik Provinsinya belum bisa,” ujarnya.(yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.