Disdik Garut Siapkan Kurikulum Siaga Bencana

20
PAPARKAN KURIKULUM. Plt Kepala Disdik Garut Totong MPd memaparkan kurikulum siaga bencana di kantornya Rabu (9/1). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

TAROGONG KIDUL – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut tengah menyiapkan kurikulum siaga bencana. Nantinya kurikulum itu diterapkan di seluruh jenjang sekolah.

”Nantinya kurikulum ini akan diterapkan d iseluruh tingkatan sekolah dsri mulai TK, SD, dan SMP,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Totong MPd kepada wartawan di kantornya Rabu (9/1).

Penerapan kurikulum siaga bencana di seluruh jenjang sekolah ini dinilai sangat penting, karena Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki berbagai banyak ancaman bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, longsor, angin puting beliung, bahkan di pesisir pantai memiliki ancaman bencana tsunami.

”Adanya kurikulum ini, anak-anak sekolah bisa meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap ancaman bahaya bencana,” terangnya.

Kurikulum siaga bencana, nantinya setiap sekolah bisa mengetahui tentang kebencanaan, sehingga bisa mengantisipasi dan meminimalisir tingkat risiko apabila terjadi bencana.

”Nanti setiap sekolah bisa membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi kebencanaan,” katanya.

Kurikulum kebencanaan itu akan diterapkan pada sistem pembelajaran ekstrakurikuler di sekolah, seperti Pramuka, PMI, Paskibra atau kegiatan sekolah lainnya sehingga tidak membutuhkan waktu tambahan belajar di sekolah.

”Untuk waktunya belum tahu, karena akan dibahas dulu bersama bupati. Setelah fiks baru dijalankan, ” terangnya.

Pemateri kurikulum siaga bencana, kata Totong, yaitu orang yang berkompeten di bidang kebencanaan, seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Garut.

”Nanti akan koordinasi dengan BPBD atau Tagana yang mengetahui tentang materi kebencanaan, nanti salah satu materinya itu bagaimana awal antisipasi ketika ada bencana, apa yang harus dilakukan oleh sekolah,” ujarnya.

Dia berharap adanya kurikulum siaga bencana bisa meningkatkan kewaspadaan setiap sekolah dalam mengantisipasi terjadi bencana.

”Kalau semua masyarakat sudah mengetahui ilmu dalam siaga bencana, ini bisa meminimalisir korban ketika ada bencana,” paparnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.