Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.3%

8.1%

67.3%

Disdik Kota Tasik Cetak 105 Wirausaha Baru

106
0
ISTIMEWA KOMPAK. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos (kedua dari kiri) bersama Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Eros Nuryati SSos, Kepala Seksi Dikmas dan Kursus Dinas Pendidikan Hj Tika Mulyatika SSos (kanan) dan peserta pelatihan WUB foto bersama usai pelatihan di Kampus LP3I Tasikmalaya, Selasa (18/8).
ISTIMEWA KOMPAK. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos (kedua dari kiri) bersama Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Eros Nuryati SSos, Kepala Seksi Dikmas dan Kursus Dinas Pendidikan Hj Tika Mulyatika SSos (kanan) dan peserta pelatihan WUB foto bersama usai pelatihan di Kampus LP3I Tasikmalaya, Selasa (18/8).

TASIK – Program mencetak wirausaha usaha baru (WUB) dari sektor Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tetap berjalan untuk pembangunan ekonomi strategis di masa pandemi. Upaya ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dengan membentuk 5.000 wirausahawan baru.

Dari WUB 2020 ini diikuti 105 orang peserta. Pelatihannya dimulai 18 Agustus sampai awal September. Sedangkan untuk programnya seperti tata boga, tata busana, otomotif dan servis HP. Diharapkan setelah memiliki keterampilan bisa menjadikan modal untuk membuka usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos mengatakan, dalam membantu menyukseskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tasikmalaya Tahun 2017-2022 untuk menurunkan angka kemiskinan. Pihaknya menyelenggarakan program dari wali Kota Tasikmalaya yaitu menggalakkan 5.000 WUB.

“Disdik tahun ini diberikan jatah sekitar 105 orang yang dilatih menjadi WUB,” katanya kepada Radar, Selasa (1/9).

“Ketercapaian ini semoga bisa membantu Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi kondisi hari ini yang di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya, menambahkan.

Melalui kursus keterampilan hidup ini, sambung Budiaman, selain pengetahuan didapatkan juga mempunyai pemberdayaan masyarakat di dalamnya. “Sehingga bisa mendorong masyarakat untuk berusaha mendapatkan ilmu dalam membuka usaha,” ujarnya.

Setelah mendapatkan ilmu dan mampu membuka usaha baru, kata Budiaman, mereka pun akan mendapatkan kemudahan modal di masa pandemi. “Setelah lulus dan pendampingan nanti bisa mendapatkan pinjaman lunak bebas bunga. Nilainya Rp 2 juta untuk mengembangkan potensi usahanya,” katanya.

Di tengah pandemi ini ekonomi lesu sehingga sektor UMKM ini diharapkan bisa hidup. Maka harus ada inovasi, kreativitas dan kerja keras serta diimbangi doa. “Saya memahami wirausaha itu bukan hal yang mudah. Paling tidak memaksimalkan peluang yang mereka terima,” harapnya.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Eros Nuryati SSos menjelaskan, kegiatan ini merupakan program belajar masyarakat untuk mendapatkan kecakapan mandiri berwirausaha. Jenis keterampilan dilatih ini pun yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Setelah selesai pelatihan WUB ini dapat membuka mandiri atau bekerja sama dengan industri-industri. Seperti tata boga, menjahit, tata busana, servis HP dan otomotif,” ujarnya.

Setelah men­dapatkan keahlian langsung membuat produk. Nantinya bisa ditindaklanjuti atau dilibatkan dalam kegiatan pameran-pemeran yang diadakan oleh pemerintah daerah. “Kita biasa ikutser­takan WUB dalam pameran-pemeran,” katanya.

Buktinya tahun lalu yang sudah mengikuti WUB ini mulai diber­dayakan. Misal pelatihan menjahit diarahkan untuk pembuatan masker. Lalu untuk tata boga setiap acara festival akan diminta untuk menyajikan roti-rotinya. “Ini agar WUB terus hidup dan berkembang,” ujarnya.

Koordinator WUB Sektor Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, dari Kepala Seksi Dikmas dan Kursus Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Hj Tika Mulyatika SSos menyebutkan sudah tiga kali melakukan WUB. Peserta mulai dari usia dari 16-50 tahun ini sesuai dengan Perwalkot.

“Pesertanya kita ada yang baru memulai buka usaha dan sudah punya usaha tapi masih membutuhkan modal,” katanya.

“Maka ada 300 orang untuk program WUB di Disdik. Semoga dapat memberikan peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri,” katanya, menambahkan.

Jelas dia, pelatihan awal mereka diberikan materi keterampilan dasar, pemagangan, sampai pendampingan. Fungsinya agar menciptakan WUB yang terampil dan berdaya saing.

“Peserta dilatih selama 15 hari dan pendampingan selama satu tahun. Semoga bisa berhasil menjadi pengusaha sesuai apa yang dicita-citakan wali Kota Tasikmalaya yaitu memiliki 5.000 WUB,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.