Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.4%

8.1%

67.2%

Disdik Kota Tasik Masih Kaji KBM Tatap Muka

408
0

KOTA TASIK – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk sekolah di kabupaten/ kota yang masuk zona hijau dan kuning.

Artinya, zona hijau dan kuning yakni zona potensi penyebaran Covid-19 rendah dan sedang, bisa kembali melakukan KBM secara tatap muka, sambil menerapkan protokol kesehatan.

Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar pun telah menyebarkan informasi itu ke Disdik di daerah-daerah

Sehingga pada 18 Agustus nanti bisa diputuskan sekolah mana saja yang sudah memenuhi syarat untuk melakukan KBM tatap muka.

Di Kota Tasikmalaya, kebijakan itu masih dalam tahap pembahasan. Kadisdik Kota Tasik, Budiaman Sanusi mengatakan, pihaknya hingga kini masih mempelajari kebijakan tersebut agar pembelajaran tatap muka bisa segera dihelat.

“Iya kita sudah mendapatkan informasi itu bahwa daerah zona kuning bisa menggelar tatap muka. Pak wali juga sudah memerintahkan ke kami untuk mempelajari protokol kesehatannya seperti apa,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/08) siang.

Terang dia yang dihubungi melalui ponselnya, pihaknya saat ini sedang menyusun dan menelaah protokol tatap muka sambil mempertimbangkan baik dan buruknya.

“Ya, memang ada desakan para orang tua dan guru soal pembelajaran tatap muka ini. Tapi ya kita harus lihat kondisi apakah sekolahnya memadai? Kan harus mengikuti protokol kesehatan,” terangnya.

“Yang penting kita pelajari dulu dan merumuskan semacam SPM. Nanti telaahnya disampaikan ke Pak Wali Kota minta pendapat pimpinan. Kalau memang diizinkan maka sekolah harus sudah harus siap untuk penyediaan sarana protokol kesehatan pencegahan Covid,” sambungnya.

Dia menambahkan, protokol kesehatan yang harus ditaati pihak sekolah itu contohnya apakah tempat cuci tangan telah memadai di area sekolah, kemudian tersedia handsanitizer, dan sebagainya.

“Itu kan harus dievaluasi dulu apakah memenuhi protokol atau tidak. Baru nanti diputuskan boleh tatap muka atau tetap belajar daring,” tambahnya.

Jelas dia, jika tidak terpenuhi hal itu maka pihaknya akan menahan dulu proses pembelajaran tatap muka.

“Karena jangan sampai nanti merugikan anak-anak dan orang tua,” jelasnya.

Disdik Jawa Barat sendiri telah mengumumkan belum lama ini bahwa terdapat 17 kabupaten dan kota yang masuk zona kuning dan dinyatakan oleh Kemendikbud dapat menggelar sekolah tatap muka.

Daerah itu adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kota Cirebon, Kota Banjar, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Pangandaran, Kota Sukabumi, Kota Cimahi, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Karawang.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.