Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Disdik Mencari Pendidik Berprestasi

273
0
SELEKSI. Pendidik di Kota Tasikmalaya mengikuti lomba Pemilihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi di kompleks SDN Pengadilan Rabu (28/2).

TAWANG – Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menggelar Pemilihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi. Pesertanya berasal tenaga pendidik taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Panitia Pelaksana Pemilihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi Drs Sofyan Sauri menjelaskan kegiatan di kompleks SDN Pengadilan Kota Tasikmalaya Rabu (28/2) itu diikuti 48 peserta se-Kota Tasikmalaya.

”Adapun kendala kita adalah kita tidak bisa menyediakan reward yang besar. Jadi peserta juga kendor,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Para peserta, kata dia, harus mengikuti prosedur pemilihan. Mulai mengikuti tes tulis, kemudian wawancara. Wawancara tersebut merupakan sebuah ujian kemampuan berbahasa Inggris, kemudian dilanjutkan dengan kemampuan peserta dalam membaca Alquran. Pihaknya berharap pada 2018 mampu mengukir prestasi di tingkat provinsi lebih dari tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin kami di provinsi, guru TK meraih peringkat ke dua. Mudah-mudahan tahun ini kita mencapai peringkat ke satu. Kami berharap semua bidang bisa masuk peringkat di provinsi,” jelasnya.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs Achdiat Siswandi MP berharap peserta yang terpilih menjadi guru atau kepala berprestasi di tingkat Kota mampu berbicara banyak di tingkat provinsi.

“Saya berharap terpilih guru berprestasi yang bisa mewakili Kota Tasikmalaya di jenjang yang lebih tinggi,” terang dia.

Saat pendidik Kota Tasikmalaya mampu berprestasi di tingkat Jawa Barat, itu menjadi sebuah indikator kualitas guru di Kota Tasikmalaya. “Kalau kita kalah terus mah kan malu atuh,” ungkapnya.

Menanggapi pihak penyelenggara yang mengeluhkan menurunnya jumlah peserta karena minimnya reward, Disdik mengusahakan jika ada kegiatan seperti itu akan memberikan reward berupa insentif uang tunai.

“Jangankan di pendidikan, ke depannya nanti kalau pun ada lomba-lomba kasih duit lah supaya hadiah itu bisa memberikan kecukupan dan kebanggaan,” terang dia. (mg3)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.