Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya menggelar Festival Permainan Tradisional Alimpaido

239
0
GEMBIRA. Siswa menjajal permainan tradisional di ajang Festival Permainan Tradisional Alimpaido Kabupaten Tasikmalaya Senin (25/3). (Radika Robi Ramdani / radartasikmalaya.com)
Loading...

TASIK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Festival Permainan Tradisional Alimpaido di Halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya Senin (25/3). Festival ini diikuti siswa tingkat SMP.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Drs Dindin Saepudin mengatakan festival ini bertujuan melestarikan permainan tradisional yang nyaris dilupakan dan sudah jarang dimainkan anak-anak.

“Kalau anak zaman dulu biasanya bermain permainan tradisional pada sore hari. Sekarang permainan tradisional jarang dilakukan,” katanya. Makanya, kata ia, festival ini diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap permainan tradisional.

Lanjutnya, Festival Permainan Tradisional Alimpaido juga digelar rangka menghadapi Pekan Kebudayaan Nasional Oktober mendatang.

“Dari 39 kecamatan hanya 28 kecamatan yang mengikuti festival ini. Masing-maisng diikuti oleh 5 orang atlet dan 1 official,” ujarnya.

Loading...

Dia menuturkan, terdapat 12 cabang permainan tradisional yang digelar pada festival ini. Diantaranya jajangkungan, kelom batok, pecle, sorodot gaplok, casing atau panggal, gatrik, rorodaan, balon sarung, bedil jepret, papancakan dan sumpit.

Ia mengatakan, festival ini baru pertama kali digelar untuk tingkat SMP. Sebelumnya tahun 2009 dan 2014 pernah dilaksanakan di tingkat SD.

“Saya sengaja mengambil (peserta, Red) anak usia SMP, dengan batasan maksimal usia 15 tahun. Mudah-mudahan ke depannya akan digelar untuk tingkat SD,” ungkap dia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasik Dadan Wardana SIP MM menjelaskan, kegiatan ini digelar untuk melestarikan budaya lokal khususnya permainan anak-anak yang hampir punah.

Kabupaten Tasikmalaya sangat kaya dengan berbagai jenis permainan tradisional. Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pelestarian terhadap kearifan lokal.

“Saya harap kaulinan urang lembur ini bisa terus dilestarikan sebagai warisan masa depan generasi muda Tasikmalaya,” pungkasnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.