Disengat Tawon, Siswa SD Meninggal

114
0
SELAMAT. Salah satu korban selamat dari sengatan tawon (kiri). Tubuhnya penuh luka sengatan tawon. yana taryana / rakyat garut

BAYONGBONG – Empat pelajar menjadi korban sengatan lebah di Kampung Nagela RT 01 RW 02 Desa Cikedokan Kecamatan Bayongbong Rabu sore (20/11). Akibat peristiwa itu, satu orang bernama Armi Fauzi (11) meninggal dunia, sedangkan tiga rekannya yakni Saeful Ulum (13), Rizki (13) dan Elzar (10) mengalami luka sengatan dan mendapatkan perawatan intensif.

Neni Suhaeni (60), nenek Rizki, salah satu korban sengatan tawon menuturkan serangan tawon terjadi pada Rabu sore (20/11). Ketika itu, cucunya sedang bermain bersama tiga temannya, termasuk korban yang meninggal.

Ternyata, saat bermain mereka mencoba membongkar sarang tawon di atap salah satu rumah warga dekat masjid di kampungnya. Keempatnya, sempat naik ke lantai satu masjid untuk membongkar sarang tawon.

Saat itu, keempat anak tersebut menggunakan kayu panjang untuk membongkar sarang tawon. Begitu kayu dicolokan pada sarang tawon, tawon-tawon menyerang keempat anak tersebut. “Begitu tawonnya nyerang, mereka langsung berlarian. Rizki masuk bak kamar mandi setelah melompati jendela, Armi tidak bisa melompat jendela karena jendelanya tinggi,” katanya.

Setelah serangan tawon berhenti, anak-anak kemudian berkumpul di Posyandu. “Setelah pulang (Rizki), langsung minta ke dokter karena sakit dari sengatan tawon. Di kepalanya saja ada delapan lebih luka sengatan tawon, belum di badan, tangan dan kaki,” katanya.

Rizki sempat diobati di Puskesmas Bayongbong dan dengan obat-obatan tradisional. Sementara, menurut Neni, Armi menjalani pengobatan di klinik dan malam harinya dibawa ke RSUD dr Slamet Garut.

Komandan Koramil Bayongbong Kapten Inf Jaja membenarkan serangan tawon yang menewaskan satu anak di Desa Cikedokan. Menurut Jaja, sarang tawon tersebut berada di rumah warga.

Jaja membenarkan satu anak bernama Armi meninggal dunia akibat serangan tawon. Armi meninggal Rabu malam (20/11) di RSUD dr Slamet Garut. “Tadi (kemarin, Red) sudah ada petugas dari Dinas Damkar, katanya malam ini (tadi malam) akan dibongkar,” katanya.

Rizki, salah satu anak yang menjadi korban serangan tawon mengakui bersama tiga teman lainnya sengaja membongkar sarang tawon tersebut. Menurut Rizki, tawon yang bersarang di rumah warga tersebut kerap menganggu warga.

Rizki bersama temannya pun menyiapkan kayu panjang untuk membongkar sarang tawon tersebut. Bukan hanya itu, pelindung wajah pun telah disiapkan dari kardus. “Pas ada yang tembus (kardus), kardusnya langsung dibuka, langsung kena kepala (serangan tawonnya),” ujarnya.

Rizki mengaku masih merasakan pusing berat di kepalanya akibat serangan tawon. Selain itu, rasa panas juga muncul dari luka-luka sengatan tawon di seluruh tubuhnya. “Pakai celana jeans juga tembus (sengatannya),” ujarnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.