Diserang Tikus, Petani di Cihaurbeuti Ciamis Merugi

55
0
KORBAN HAMA TIKUS. Petani di Kecamatan Cihaurbeuti menunjukkan tanaman padi yang diserang hama tikus, Rabu (13/1). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Petani di Dusun Cikole Kulon Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti mengaku merugi karena tanaman padi mereka diserang hama tikus.

Soleh (30), seorang petani mengaku mempunyai sawah sekitar 100 bata namun selama tiga musim, hasil panennya tidak memuaskan, karena tanaman padinya diserang tikus. Bahkan, tanaman padinya nyaris habis. Sawahnya gundul.

Padahal modalnya antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2 jutaan. Mulai menggarap sampai pemupukan, namun selalu saja rugi karena habis dimakan tikus.

“Kalau normal saya bisa sampai dapat 7 kuintal, namun sekarang kena hama padi satu kintal juga mungkin tidak, karena habis tanamannya dimakan tikus,” ujar Soleh di sawahnya, Rabu (13/10).

Memang, kata Soleh, dia mendapatkan bantuan racun tikus dari Dinas Pertanian melalui kelompoknya, namun kurang begitu maksimal karena kurang banyak. Dia berharap adanya bantuan maksimal dari pemerintah menangani hama tikus tersebut, sehingga bisa tertangani dengan baik.

“Harapan juga adanya bantuan secara stimulan buat para petani yang kena hama tikus ini, karena selama tiga sampai dua kali panen ini terus merugi, ditambah lagi pandemi corona tambah sulit uang dan penghasilan minim,” ujarnya.

Bendahara Kelompok Tani Mekar 4 Dusun Cikole Kulon Ede Abdulrohman menjelaskan, luas sawah yang dibawah binaan kelompok tani 36 hektare.

Namun selama tiga kali panen terakhir selalu hasilnya tidak memuaskan, karena hampir semua petani mengeluhkan tanaman padi mereka diserang hama tikus, sehingga bukan hanya buahnya saja merusak, namun mulai batang buah semuanya habis dimakan seperti bekas dipotong saja. Jadi padi gundul sebagian.

“Sawah saya juga sebanyak 450 bata diserang hama tikus sampai-sampai banyak yang gundul. Jelas rugi. Sekarang dialami semua petani dan cukup parah,” ujarnya menjelaskan.

Ede mengaku memang kelompok taninya mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Ciamis seperti petasan asap untuk mematikan tikus, namun ternyata kurang efektif. Sehingga tetap saja tikusnya semakin banyak dan merusak tanaman padi para petani.

“Kami berharap adanya solusi kepada Dinas Pertanian Ciamis, harus bagaimana mengatasi persoalan ini, karena kalau tidak ditangani kami akan rugi terus,” ujarnya.

Baca juga : Hari Ini, Tim Geologi Periksa Tanah Bergerak di Ciamis

Saat ini nasib para petani memprihatinkan, karena di masa pandemi, sawah mereka diserang hama tikus. Tidak sedikit para petani yang mengeluhkan hal itu dan ada juga yang sampai nangis.

“Saya harap adanya bantuan kepada para petani yang terserang hama tikus saat ini,” ujarnya berharap.

Duhubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis S Budi Wibowo menyampaikan, pihaknya membantu mengatasi hama tikus yang dikeluhkan para petani dengan memberikan racun tikus kepada para petani tersebut.

“Upaya kita akan bantu mengenai racun tikus untuk petani, karena stoknya ada,” ujarnya menerangkan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.