Dishub Kota Banjar Disarankan Melakukan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Jembar

35

BANJAR – Pengamat transportasi Kota Banjar Dadi Mulyadi menyarankan Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Jembatan Parung Lesang atau Jembatan Baru (Jembar).

Dia khawatir jika kendaraan yang melebihi 10 ton dibiarkan kerusakan aspal dan konstruksi jembatan semakin parah.

“Seluruh pihak seperti Dishub, kepolisian dalam hal ini Satuan Lalu Lintas-nya dan Dinas PU harus segera mengadakan pertemuan dan membahas tentang kerusakan itu. Benar memang untuk memperbaiki itu harus ada kajian dulu, tapi langkah terpenting adalah mencari solusi bagaimana supaya kerusakan tidak semakin parah dan menimbulkan risiko yang besar bagi pengguna jalan,” kata Dadi Kamis (25/4).

Dosen Rekayasa Transportasi Jurusan Teknik sipil Sekolah Tinggi Ilmu Teknik (STIT) Bina Putera Kota Banjar itu mengatakan rekayasa lalu lintas itu seperti membatasi kendaraan yang melebihi kekuatan jembatan.

Contoh, jika jembatan itu kekuatan tonasenya maksimal 10 ton, maka kendaraan yang lebih dari berat tersebut harus dialihkan. Tidak boleh melewati jembatan itu.

“Memang menjadi permasalahan baru juga ketika rekayasa lalu lintas seperti itu diterapkan. Sebab jalur alternatifnya kendaraan besar akan melewati tengah kota. Solusinya sekarang semua pihak mengadakan pertemuan dan segera mengambil solusi untuk mengantisipasi jika kajian dari pusat lama,” katanya.

Ia mengakui kondisi Jembatan Baru kini sudah tidak normal, karena ada titik aspal yang bergerak saat dilewati kendaraan. Bahkan permukaan aspalnya sudah tidak rata.

Meski demikian, dia tidak bisa mengambil kesimpulan apakah jembatan itu harus dibangun ulang atau hanya diperbaiki bagian rangka bawahnya.

“Kalau teknis itu harus melalui kajian. Saya juga tidak bisa menentukan apakah harus dibangun ulang. Yang pasti menurut saya harus segera ada tindakan rekayasa lalu lintas untuk meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.