Beranda Tasikmalaya Disiapkan 100.000 Tablet Eritromisin

Disiapkan 100.000 Tablet Eritromisin

35
0
BERBAGI

SINGAPARNA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten menyiapkan 100.000 tablet eritromisin dan pail 42 anti difteri serum (ADS). Itu untuk pencegahan dan pengobatan difteri.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi menerangkan anti difteri serum mereka dapatkan berkat kesiapan Tim Gerak Cepat (TGC) Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Posko KLB Difteri Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. “Itu untuk mereka yang dirawat. Karena menurut dokter telinga, hidung, tenggorokan (THT) dan spesialis anak harus diberikan ADS,” jelas dia Kamis (11/1).
Dinkes Kabupaten Tasikmalaya juga membeli 10 pail ADS dari anggaran biaya tidak terduga (BTT). Satu pail ADS digunakan tergantung kondisi pasien. “Memang kecenderungan (pasien) sembuh menggunakan ADS ini,” jelasnya.
Menurutnya, sejauh ini pengobatan difteri di Kabupaten Tasikmalaya hanya menggunakan tablet eritromisin. Sehingga untuk profilaksis ini sudah menghabiskan 10.000 tablet untuk di Kecamatan Taraju dan Bojonggambir. “Profilaksis ketika ditemukan satu titik kemudian satu kampung ada gejala seperti flu diberikan karena khawatir itu difteri,” ujar dia.
Profilaksis diberikan bagi masyarakat yang sudah merasakan sakit menelan dan bercak putih di bagian tenggorokan. Mereka lalu diberikan 4×500 miligram eritromisin. “Eritromisin kami sudah membeli 100.000 tablet untuk persiapan ke depannya. Hal itu karena yang saat ini masih dirawat belum semuanya ada hasil laboratoriumnya. Ini sebagai kesiapsiagaan kita saja,” papar Atang.
Lalu berapa dana yang sudah dihabiskan untuk penanganan KLB Difteri di Kabupaten Tasikmalaya? Menurutnya, untuk pe­na­nga­nan difteri dananya dari biaya tak terduga (BTT). Jumlahnya Rp 400 juta. Sampai, Kamis (11/1), diperkirakannya sudah habis Rp 200 juta. “Itu memang tidak cukup untuk penanganan KLB difteri ini,” ujarnya.
Sampai Kamis (11/1), kata dia, 14 warga Tasikmalaya menjalani perawatan selama KLB Difteri. Rinciannya, 12 warga masih suspect difteri dan 2 orang sudah dinyatakan difteri. “Itu 4 orang anak dan 8 orang dewasa,” tandasnya. (ujg)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here