Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru Siarkan Aksi Brutalnya di Facebook

182
PELAKU. Pria asal Australia Brenton Tarrant ini diduga menjadi pelaku penembakan di Selandia Baru.

Pelaku sempat menyiarkan langsung serangan tersebut di Facebook selama 17 menit. Kepolisian Australia yang turut terlibat dalam penyelidikan kasus ini sudah mengindentifikasi pelaku sebagai Brenton Tarrant, pria kulit putih kelahiran Australia dan berusia 28 tahun.

Brenton Tarrant yang diduga menjadi pelaku penembakan di dua masjid itu mengakui dirinya sebagai seorang yang terinspirasi dari Anders Behring Breivik, seorang pembunuh massal asal Norwegia.

Baca juga : 49 Orang Ditembaki saat Salat Jumat

Tarrant sempat menyiarkan secara langsung serangannya di Facebook Live mengakui melakukan pembunuhan itu sebagai balas dendam atas kematian Ebba Akerlund, seorang anak berusia 11 tahun yang terbunuh dalam serangan teror di Stockholm yang dilakukan Rakhmat Akilov pada 2017.

Dalam manifesto yang sempat ditulisnya, Tarrant menuliskan “Saya telah membaca tulisan-tulisan Dylann Roof dan banyak lainnya, tetapi hanya benar-benar mengambil inspirasi sejati dari Knight Justiciar Breivik.”

Breivik adalah pelaku pembuhunan terhadap 77 orang di Norwegia pada 2011. Dia dihukum 21 tahun penjara oleh Pengadilan Norwegia dan merupakan hukuman maksimal yang dibolehkan di negara tersebut.

Baca juga : Disiarkan Langsung di Facebook

Seorang saksi bernama Len Peneha mengatakan, dia sempat melihat seorang berpakaian hitam memasuki salah satu masjid. Sesaat kemudian terdengar suara tembakan dan orang berhamburan keluar masjid.

Usai membantai jamaah, pelaku keluar dan melarikan diri. Peneha kemudian mendatangi masjid untuk membantu korban. “Saya melihat orang mati di mana-mana. Ada tiga di lorong, di pintu menuju masjid, dan orang-orang di dalam masjid,” katanya.

“Ini benar-benar gila. Aku tidak mengerti bagaimana orang bisa melakukan ini pada orang-orang ini, kepada siapa pun. Itu tidak masuk akal,” ujar Peneha menambahkan setelah pelaku kabur, polisi baru datang ke lokasi.

Serangan Terencana

Serangan Jumat siang ini adalah serangan terencana. Pelaku yang terdiri dari tiga pria dan seorang perempuan ini diketahui tak terdaftar dalam daftar pengawasan pemerintah Selandia Baru.

Meski begitu, tindakan mereka sudah direncanakan dengan matang. Beberapa saat setelah serangan, polisi berhasil menangkap pelaku dan mendapati keempatnya merupakan kelahiran Australia. Pun sama dengan Selandia Baru, mereka juga tak masuk daftar pengawasan Australia.

Seorang warga Christchurch bernama Nathan Cambus sempat merekam penangkapan terhadap seorang terduga pelaku teror. Dalam video yang ia unggah di laman Youtube, Nathan menyaksikan polisi menabrakan mobilnya ke mobil terduga pelaku.

Polisi kemudian melompat keluar dan menarik senjata. Dalam video yang dia unggah, tampak dua polisi menodongkan senjata ke arah terduga pelaku.

Setelah penangkapan, polisi mendapati ada bahan peledak yang dipasang di mobil yang mereka tunggangi. “Dari apa yang kami ketahui, tampaknya ini sudah direncanakan dengan baik. Dua alat peledak yang melekat di mobil tersangka telah ditemukan dan mereka telah dilucuti, ucap Ardern.

Setelah serangan itu, seorang pria yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini meninggalkan 74 halaman manifesto anti-imigran. Manifesto itu menjelaskan siapa dia dan alasan atas serangan tersebut. Belakangan diketahui, dia adalah Brenton Tarrant dan mengaku sebagai seorang rasis. (rts/mhf/khf/fin/ful)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.